Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

UTS Selesai, Jangan Terlena! Mahasiswa Elektro ITERA Masih Punya “Utang Belajar” 576 Jam Menuju UAS

28 Oct 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kini memasuki pekan ke-9 Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Ujian Tengah Semester (UTS) telah selesai, tetapi perjalanan akademik semester ini masih panjang. Masih tersedia sekitar delapan pekan untuk memperkuat pemahaman, menyelesaikan berbagai aktivitas pembelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS) pada pekan ke-16.

 

Selesainya UTS bukanlah waktu untuk mengendurkan semangat belajar. Justru, hasil UTS dapat menjadi bahan evaluasi: materi mana yang sudah dikuasai, bagian mana yang masih lemah, dan apa yang harus diperbaiki sebelum UAS.

 

Mahasiswa perlu menyadari bahwa kuliah tidak hanya berlangsung ketika berada di dalam kelas. Secara sederhana, apabila 1 SKS membutuhkan sekitar 3 jam aktivitas belajar per pekan, maka selama delapan pekan tersisa terdapat sekitar 24 jam aktivitas belajar untuk setiap SKS. Bagi mahasiswa yang mengambil 24 SKS, kebutuhan aktivitas belajarnya dapat mencapai sekitar 72 jam per pekan atau 576 jam selama delapan pekan.

 

Angka tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan akademik tidak dapat dibangun hanya dengan belajar beberapa hari menjelang ujian. Belajar perlu dilakukan secara konsisten sejak sekarang.

 

Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak meremehkan tugas dan kuis. Kerjakan seluruh tugas, ikuti seluruh kuis, selesaikan proyek dan praktikum, serta penuhi setiap komponen penilaian yang diberikan dosen. Nilai akhir merupakan akumulasi berbagai komponen pembelajaran. Kehilangan poin dari tugas atau kuis yang sebenarnya dapat dikerjakan bisa sangat menentukan nilai akhir ketika semester selesai.

 

Dalam skema penilaian mata kuliah yang berlaku, capaian nilai di atas 75 dapat memperoleh nilai A, sedangkan nilai di bawah 50 berada pada kategori D dan dinyatakan tidak lulus. Karena itu, setiap poin menjadi penting. Jangan sampai mahasiswa baru menyadari kekurangan nilai ketika seluruh kesempatan mengumpulkan tugas, mengikuti kuis, dan memperbaiki performa akademik sudah berakhir.

 

Hal yang sama berlaku ketika menghadapi UAS. Jangan datang ke UAS tanpa persiapan belajar yang memadai. UAS bukan sekadar mengejar nilai, tetapi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kompetensi mata kuliah benar-benar telah dikuasai. Persiapan sebaiknya dilakukan bertahap selama delapan pekan ke depan, bukan dengan sistem kebut semalam.

 

Delapan pekan masih merupakan waktu yang sangat cukup untuk memperbaiki hasil UTS yang belum optimal. Buat target belajar mingguan untuk setiap mata kuliah, kerjakan latihan soal, baca kembali buku dan bahan kuliah, berdiskusi dengan teman, berkonsultasi dengan dosen ketika ada materi yang belum dipahami, serta jangan menunda tugas dan kuis.

 

Program Studi Teknik Elektro ITERA mendorong mahasiswa untuk melihat belajar sebagai investasi kompetensi jangka panjang. Kekurangan belajar hari ini dapat berubah menjadi “hutang belajar”: materi dasar yang tidak dikuasai akan kembali menjadi kesulitan pada mata kuliah berikutnya, saat mengerjakan tugas akhir, bahkan setelah lulus ketika menghadapi persoalan nyata di dunia kerja dan riset.

 

UTS telah selesai, tetapi semester belum selesai. Masih ada delapan pekan untuk berubah, mengejar ketertinggalan, meningkatkan nilai, dan memperkuat kompetensi.

 

Kerjakan semua tugas. Ikuti semua kuis. Jangan abaikan praktikum dan proyek. Belajarlah secara konsisten. Dan ketika UAS tiba, jangan sampai masuk ruang ujian tanpa belajar.

 

Delapan pekan ke depan dapat menentukan bukan hanya nilai akhir semester, tetapi juga seberapa kuat ilmu yang benar-benar dibawa mahasiswa Teknik Elektro ITERA menuju masa depan.