Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali membawa teknologi lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Melalui Hibah PkM Kelompok Keilmuan (KK) Tahun 2026, tim yang diketuai Dean Corio, S.T., M.T. melaksanakan program “Penguatan Literasi Teknologi Digital dan Kreativitas Siswa SD Darul Athfal melalui Pembuatan Buku Cerita Digital Berbasis Canva dan Adobe Illustrator.”
Kegiatan dilaksanakan di SD Islam Darul Athfal, Bandar Lampung, dengan melibatkan siswa kelas III hingga kelas VI. Program berlangsung pada Oktober–November 2026 dan dirancang bukan sebagai pelatihan satu kali, melainkan rangkaian pembelajaran dan pendampingan sampai siswa mampu menghasilkan karya buku cerita digital secara mandiri.
Program ini berangkat dari tiga tantangan utama, yaitu masih rendahnya minat baca mandiri siswa, keterbatasan kemampuan menyusun cerita secara runtut, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran kreatif. Karena itu, tim PkM ITERA menggabungkan kemampuan membaca dan menulis, kreativitas visual, serta literasi teknologi ke dalam satu proyek nyata berupa pembuatan buku cerita digital.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen lintas keahlian yang terdiri atas Dean Corio, S.T., M.T. sebagai ketua, bersama Dr. Swadexi Istiqphara, Dr. Duwi Hariyanto, Rudi Uswarman, Ph.D., Dr. Kiki Kananda, Dr. Sunarsih, Ir. Gde K.M. Atmajaya, M.T., Ir. Afit Miranto, M.T., Ali Muhtar, M.Eng., Heriansyah, M.T., Deni H.T.N., M.T., Khansa Salsabila S, M.T., Nia Saputri Utami, M.T., dan Tria Kasna Lestari, M.T.
Kolaborasi tersebut juga diperkuat oleh keterlibatan mahasiswa KKN Rekognisi 2026 serta mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Elektro, Teknik Biomedis, dan Teknologi Pangan. Keterlibatan lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan program karena pembuatan buku digital tidak hanya membutuhkan pemahaman teknologi, tetapi juga kemampuan bercerita, ilustrasi, desain visual, komunikasi, dan pendampingan kepada siswa.
Metode kegiatan menggunakan pendekatan project-based learning. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan mengenai Canva dan Adobe Illustrator, tetapi menjalani proses kreatif dari awal hingga akhir. Mereka diajak melakukan brainstorming tema, menyusun draft cerita, menyelaraskan alur dan pesan moral, membagi cerita menjadi beberapa scene, serta membuat sketsa visual atau storyboard.
Pada tahapan berikutnya, siswa mulai memasuki proses produksi digital dengan membuat karakter utama dan aset gambar menggunakan Canva dan Adobe Illustrator. Mereka kemudian belajar mengenai layouting, pembuatan sampul, keterbacaan teks, keharmonisan warna, hingga finishing dan ekspor buku dalam format PDF.
Program dirancang dalam enam kali kunjungan, mulai dari pembukaan dan workshop utama, pendampingan intensif kelompok, pengembangan storyboard dan karakter, digitalisasi serta finalisasi layout, hingga presentasi karya. Pada kunjungan terakhir, siswa akan mempresentasikan buku cerita digital yang telah dibuat, dilanjutkan dengan apresiasi, evaluasi, penyerahan karya kepada sekolah, serta penutupan rangkaian kegiatan.
Kepala SD Islam Darul Athfal, Khairunnisa, S.Pd., menyambut positif kolaborasi tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini, senang menjadi mitra ITERA dalam pengabdian. Kegiatan ini menjadi penambah motivasi belajar dan berkarya bagi siswa di Darul Athfal,” ujar Khairunnisa.
Target utama kegiatan ini melampaui kemampuan menggunakan aplikasi desain. Tim berharap siswa mengalami proses lengkap sebagai seorang kreator: meningkatkan literasi, mampu menulis cerita sendiri, membuat ilustrasi cerita sendiri, hingga pada akhirnya mampu menerbitkan buku karya mereka sendiri.
Dengan demikian, Canva dan Adobe Illustrator ditempatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih besar. Anak-anak didorong untuk bergerak dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta karya digital. Sebuah gagasan sederhana dapat dikembangkan menjadi cerita, cerita divisualisasikan menjadi ilustrasi, dan rangkaian karya tersebut kemudian diwujudkan menjadi sebuah buku.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa ITERA. Melalui interaksi langsung dengan siswa sekolah dasar, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama lintas disiplin, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan menerapkan pengetahuan dari kampus untuk memberikan dampak kepada masyarakat.
Selain produk buku cerita digital karya siswa dalam format PDF, program menargetkan luaran berupa publikasi media massa, poster, video kegiatan, dan artikel ilmiah.
Kolaborasi antara ITERA dan SD Islam Darul Athfal menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari aktivitas yang sangat dekat dengan kehidupan anak: membaca, berimajinasi, menulis, menggambar, dan bercerita. Dengan pendampingan teknologi, aktivitas tersebut berkembang menjadi pengalaman menciptakan sebuah produk digital yang nyata.
Melalui Hibah PkM KK 2026 ini, Teknik Elektro ITERA bersama mahasiswa lintas program studi turut memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Harapannya, dari ruang kelas SD Islam Darul Athfal akan lahir anak-anak yang tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga berani menulis ceritanya sendiri, menggambar dunianya sendiri, dan menerbitkan bukunya sendiri.

