Kabar membanggakan datang dari salah satu tokoh yang memiliki jejak penting dalam sejarah Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Prof. Ir. Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.D., yang merupakan Kaprodi pertama Teknik Elektro ITERA, menjadi salah satu peneliti yang terlibat dalam pengembangan prototipe chip paspor elektronik pertama yang dirancang di Indonesia.
Pengembangan tersebut dilakukan Institut Teknologi Bandung melalui PT LAPI ITB bekerja sama dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI). Proyek yang berlangsung pada periode 2025–2026 ini telah menyelesaikan tahap pengembangan, pengujian, dan demonstrasi prototipe pada September 2026.
Inovasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat keamanan dokumen identitas sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi chip impor. Selama ini, chip yang digunakan untuk paspor elektronik Indonesia masih bergantung pada teknologi yang dirancang dan diproduksi di luar negeri.
Bagi keluarga besar Teknik Elektro ITERA, keterlibatan Prof. Arif dalam pengembangan teknologi strategis nasional ini memiliki nilai historis tersendiri. Prof. Arif merupakan salah satu tokoh pada masa awal pembangunan Teknik Elektro ITERA dan dipercaya menjadi Kaprodi pertama program studi tersebut.
Pada masa perintisan, Prof. Arif tidak hanya terlibat dalam pengembangan akademik dan kelembagaan, tetapi juga turun langsung dalam proses pembelajaran mahasiswa. Salah satu mata kuliah yang pernah beliau ampu adalah Sistem Digital.
Menariknya, dalam pengajaran mata kuliah tersebut Prof. Arif pernah mengajar secara tandem bersama Rudi Uswarman, S.T., M.Eng., Ph.D. Dalam perjalanan selanjutnya, Dr. Rudi kemudian dipercaya menjadi Kaprodi kelima Teknik Elektro ITERA.
Kisah tersebut membentuk benang merah menarik dalam perjalanan Teknik Elektro ITERA. Dua dosen yang pernah bersama-sama berdiri di ruang kelas mengajarkan Sistem Digital kemudian menjadi bagian dari estafet kepemimpinan program studi pada generasi yang berbeda: Prof. Arif sebagai Kaprodi pertama dan Dr. Rudi sebagai Kaprodi kelima.
Bidang pengembangan chip sendiri memiliki hubungan yang sangat dekat dengan fondasi keilmuan Teknik Elektro, mulai dari sistem digital, elektronika, embedded system, integrated circuit design, hingga keamanan perangkat keras.
Dalam pengembangan prototipe chip paspor elektronik tersebut, Prof. Arif bersama tim berupaya membangun kemampuan desain chip secara mandiri di dalam negeri. Penguasaan teknologi tersebut penting karena chip paspor elektronik berhubungan langsung dengan penyimpanan serta perlindungan data identitas.
Kemampuan merancang chip sendiri memungkinkan Indonesia memiliki pemahaman dan kendali yang lebih besar terhadap arsitektur serta teknologi keamanan yang digunakan. Selain meningkatkan aspek keamanan, pengembangan chip nasional juga berpotensi meningkatkan kandungan lokal dan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Teknologi yang dikembangkan juga memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas. Selain untuk paspor elektronik, teknologi chip tersebut dapat dikembangkan untuk berbagai aplikasi identitas elektronik, sistem pembayaran, uang elektronik, serta perangkat lain yang membutuhkan sistem keamanan berbasis chip.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia, khususnya pada sisi desain integrated circuit. Penguasaan desain chip menjadi salah satu fondasi strategis bagi kemandirian teknologi nasional di tengah semakin besarnya kebutuhan terhadap perangkat elektronik dan sistem digital.
Bagi mahasiswa Teknik Elektro ITERA, perjalanan Prof. Arif memberikan gambaran bahwa ilmu yang dipelajari di ruang kelas dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi bangsa. Mata kuliah seperti Sistem Digital bukan sekadar teori dan praktikum, tetapi menjadi salah satu fondasi penting menuju pengembangan chip, embedded system, keamanan digital, dan teknologi semikonduktor.
Dari ruang kelas Sistem Digital pada masa awal Teknik Elektro ITERA hingga keterlibatan dalam pengembangan chip paspor elektronik nasional, perjalanan Prof. Arif menjadi inspirasi bahwa pendidikan, penelitian, dan penguasaan teknologi dapat bertemu dalam satu tujuan besar: memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.

Sumber utama: Institut Teknologi Bandung, “Pertama di Indonesia, Peneliti ITB Merancang Prototipe Chip Paspor Elektronik untuk Keamanan dan Kemandirian Digital Nasional”, 13 Oktober 2026. https://itb.ac.id/berita/pertama-di-indonesia-peneliti-itb-merancang-prototipe-chip-paspor-elektronik-untuk-keamanan-dan-kemandirian-digital-nasional/63875