Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

Ekel Doanta Ginting Catat Waktu Penyelesaian Studi Tercepat pada Yudisium FTI ITERA 30 September 2026

30 Sep 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

Lampung Selatan, 30 September 2026 - Kabar membanggakan datang dari Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Ekel Doanta Ginting, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2022, mencatatkan waktu penyelesaian studi tercepat di antara mahasiswa yang mengikuti yudisium FTI ITERA pada 30 September 2026.

Predikat tersebut merujuk pada rentang waktu sejak Ekel pertama kali tercatat sebagai mahasiswa ITERA hingga dinyatakan lulus Sidang Tugas Akhir II (TA II). Dibandingkan dengan peserta lain yang mengikuti yudisium FTI ITERA pada hari yang sama, Ekel menjadi mahasiswa yang lebih dahulu menuntaskan seluruh tahapan akademik hingga kelulusan TA II.

Capaian ini menjadi semakin menarik karena selama masa studinya Ekel tidak hanya berfokus pada penyelesaian mata kuliah. Ia membangun portofolio yang memadukan sistem tenaga listrik, industrial automation, Internet of Things (IoT), Digital Twin, embedded system, hingga Machine Learning dan TinyML.

Tugas Akhir Ekel berjudul “Rancang Bangun Dashboard Digital Twin Berbasis Web dengan Sistem Keputusan Hibrida untuk Monitoring dan Prediksi Beban, Suhu, serta Kondisi Trafo Distribusi 20 kV.” Penelitian tersebut dibimbing oleh Ir. Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T., IPM. dan Ir. Afif Miranto, S.T., M.T.

Dalam penelitian tersebut, Ekel mengembangkan sebuah sistem yang memadukan Digital Twin, dashboard berbasis web, Firebase Realtime Database, Random Forest, serta monitoring sistem distribusi 20 kV. Sistem dirancang untuk memantau parameter operasional trafo sekaligus menghasilkan prediksi beban dan temperatur sebagai bagian dari sistem pendukung keputusan.

Dari PLN hingga Digital Twin

Pengalaman Ekel tidak berhenti pada penelitian kampus. Pada 2025, ia menjalani Engineer Internship di PT PLN (Persero) dan memperoleh pengalaman langsung pada sistem kelistrikan 20 kV dan 150 kV, termasuk preventive dan predictive maintenance, insulation testing, troubleshooting, serta identifikasi anomali sistem.

Ia juga bergabung dalam Tim Teknis Mesin Pengering Kopi Pintar Terintegrasi IoT melalui program yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pada proyek tersebut, Ekel terlibat dalam implementasi sistem monitoring berbasis mikrokontroler dan ESP32.

Di lingkungan Teknik Elektro ITERA, Ekel turut mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya sebagai Laboratory Teaching Assistant pada sejumlah bidang, antara lain Mesin Listrik, Pemrosesan Sinyal Digital, dan Sistem Kendali. Dalam profil profesionalnya, pengalaman tersebut mencakup pendampingan kegiatan akademik bagi lebih dari seratus mahasiswa Teknik Elektro.

Tiga Proyek Assistive Technology

Menjelang akhir masa studinya, Ekel juga terlibat dalam tiga proyek teknologi asistif bersama tim mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan peran sebagai Technical Project Manager.

Pada proyek SpeakForMe, ia terlibat dalam pengembangan perangkat komunikasi asistif berbasis Machine Learning. Proyek ini memanfaatkan sekitar 1.200 data audio dan dalam profil proyeknya dilaporkan menghasilkan model dengan F1-score 93 persen.

Pada proyek Voice Wheels, Ekel memimpin pengembangan prototipe kursi roda pintar dengan sistem perintah suara menggunakan ESP32-S3, mikrofon INMP441 I2S, motor driver BTS7960, serta Machine Learning pada perangkat melalui Edge Impulse.

Sementara melalui Air-Writing Smart Ring, ia mengembangkan wearable device berbasis Seeed Studio XIAO ESP32-S3 dan sensor BNO055 9-axis, yang memanfaatkan pendekatan TinyML untuk mengenali pola gerakan tangan secara real-time.

Ketiga proyek tersebut juga dikaitkan dengan tiga Surat Pencatatan Ciptaan, yaitu Speak For Me, Voice Wheels, dan Smart Ring Berbasis Air-Writing.

Apresiasi Pembimbing dan Dosen Wali

Keberhasilan Ekel menyelesaikan studi dengan cepat sekaligus mempertahankan aktivitas akademik dan proyek teknologi mendapat apresiasi dari para dosen yang mendampinginya.

Dua pembimbing Tugas Akhir, Ir. Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T., IPM. dan Ir. Afif Miranto, S.T., M.T., berperan dalam membimbing penelitian Ekel hingga tahap penyelesaian dan kelulusan Sidang TA II.

Dosen wali Ekel, Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., juga menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hal yang menarik dari perjalanan Ekel bukan hanya kecepatan menyelesaikan studi, tetapi juga upayanya membangun pengalaman yang cukup luas selama menjadi mahasiswa, mulai dari sistem tenaga, PLN, asistensi laboratorium, IoT dan Digital Twin hingga embedded AI dan project management.

Capaian Ekel memperlihatkan bahwa menyelesaikan studi lebih cepat tidak harus berarti mengurangi pengalaman di luar kelas. Dengan pengelolaan waktu, fokus akademik, serta keberanian mengembangkan kompetensi lintas bidang, masa studi dapat sekaligus menjadi periode untuk membangun portofolio profesional.

Dengan kelulusannya pada 30 September 2026, Ekel kini memasuki fase baru sebagai lulusan Teknik Elektro ITERA dengan bekal di bidang Power Systems, PLC/SCADA, IoT, Digital Twin, embedded systems, Machine Learning, TinyML, dan Technical Project Management.

Selamat kepada Ekel Doanta Ginting atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Elektro dan mencatatkan waktu penyelesaian studi tercepat di antara peserta Yudisium FTI ITERA pada 30 September 2026.