Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

Dosen Teknik Elektro ITERA Raih Top 10% Skor Tertinggi Nationwide Wadhwani Foundation dan Certified Entrepreneurship Educator

04 Oct 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

LAMPUNG SELATAN - Associate Professor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), mencatatkan capaian membanggakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan bersama Wadhwani Foundation. Setelah memperoleh sertifikasi Certified Entrepreneurship Educator, ia kemudian berhasil meraih capaian Top 10% highest scores nationwide dalam Faculty Development Program Wadhwani Foundation.

Capaian tersebut memperkuat peran dosen Teknik Elektro ITERA dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi teknis, tetapi juga pada kesiapan karier, profesionalisme, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa.

Sertifikasi Certified Entrepreneurship Educator diberikan oleh Wadhwani Foundation kepada Muhammad Reza Kahar Aziz setelah mengikuti program pengembangan kompetensi selama 42 jam. Sertifikat tersebut menegaskan kompetensinya dalam pembelajaran kewirausahaan serta dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendorong inovasi dan entrepreneurial success di pendidikan tinggi. 2025 certified entrepreneur edu…

Program tersebut mencakup 12 kompetensi penting, mulai dari entrepreneurial leadership, identifikasi masalah, customer identification and needs validation, solution idea generation, opportunity and competition mapping, pengembangan prototype dan minimum viable product, feasibility assessment, business modelling, marketing and sales strategy, financial management, team and talent requirements, hingga orientation for scale. Total pembelajaran mencapai 42 jam. 2025 certified entrepreneur edu…

Prestasi tersebut kemudian dilanjutkan pada 2026. Dalam Faculty Development Program Wadhwani Foundation yang berlangsung pada 27–29 Juli 2026, Muhammad Reza Kahar Aziz memperoleh high-distinction performance dengan masuk Top 10% peserta dengan skor tertinggi secara nationwide. Letter of Completion untuk capaian tersebut diterbitkan pada 8 September 2026. 2026 Letter of Completion for M…

Program tersebut berada di bawah kepemimpinan Dr. Dion Dewa Barata, yang pada dokumen Wadhwani Foundation tercantum sebagai Director of WEN Ignite at SEA – Indonesia, atau pimpinan program Wadhwani Entrepreneurship Network Ignite untuk Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Berawal dari Mata Kuliah Etika Profesi

Keterlibatan Muhammad Reza Kahar Aziz dalam pendidikan karier dan kewirausahaan memiliki perjalanan yang cukup panjang di Program Studi Teknik Elektro ITERA.

Pada awalnya, ia mendapatkan penugasan dari Ketua Program Studi Teknik Elektro untuk mengampu mata kuliah Etika Profesi selama beberapa semester. Mata kuliah tersebut membahas tanggung jawab profesional seorang engineer, integritas, etika pekerjaan, dan berbagai tantangan yang akan dihadapi mahasiswa setelah memasuki dunia profesional.

Seiring pengembangan kurikulum ITERA, mata kuliah Etika Profesi dan Rekayasa Teknik Elektro kemudian terintegrasi dalam mata kuliah baru Karier, Etika, dan Kewirausahaan (KEK).

KEK selanjutnya menjadi mata kuliah wajib universitas yang pengelolaannya dilakukan pada tingkat fakultas.

Untuk Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITERA, mata kuliah KEK dikoordinasikan oleh Suryaneta, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Program Studi Rekayasa Kosmetik, dan diterapkan pada berbagai program studi di lingkungan FTI.

Program Studi Teknik Elektro diwakili oleh Associate Professor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., Certified Professional Lecturer (Serdos), Senior Member IEEE, sebagai salah satu dosen pengampu.

Mengintegrasikan Wadhwani Ignite dan Wadhwani Skilling

Sejak 2025, pelaksanaan mata kuliah KEK di ITERA mulai menggandeng Wadhwani Foundation melalui dua platform utama, yakni Wadhwani Ignite dan Wadhwani Skilling.

Wadhwani Ignite diarahkan untuk mengembangkan pola pikir kewirausahaan dan kemampuan membangun startup. Mahasiswa tidak berhenti pada pembelajaran teori, tetapi mengikuti suatu venture journey untuk membawa sebuah persoalan nyata menuju gagasan usaha yang dapat dipresentasikan.

Pada penyelenggaraan 2026, Ignite ditempatkan sebelum Ujian Tengah Semester (UTS). Mahasiswa menyelesaikan 10 modul, tiga kuis, dan tiga milestone Venture Journey.

Perjalanan tersebut menghasilkan sekitar 38 slide venture pitching. Mahasiswa bekerja sebagai sebuah tim startup dengan jumlah maksimal lima orang co-founder, meningkat dari maksimal tiga orang pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Mahasiswa belajar mengidentifikasi masalah, memahami konsumen, mengembangkan solusi, menganalisis peluang dan kompetitor, menyusun model bisnis, menentukan strategi pemasaran, serta memperhitungkan aspek finansial hingga potensi pengembangan usaha.

Dari "Getting Hired" hingga "Staying Employable"

Sementara itu, platform kedua, Wadhwani Skilling, berorientasi pada kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.

Pada 2026, Wadhwani Skilling ditempatkan setelah UTS dan terdiri atas 10 modul, 10 kuis, aktivitas kolaborasi dan praktik diskusi, serta satu penilaian sumatif.

Filosofinya tidak berhenti pada bagaimana mahasiswa memperoleh pekerjaan atau getting hired.

Mahasiswa juga diarahkan untuk memahami bagaimana mempertahankan profesionalisme dan terus memberikan kontribusi setelah diterima bekerja.

Dengan demikian, mahasiswa dipersiapkan agar tidak hanya mampu melewati proses rekrutmen, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, menyelesaikan persoalan, menjaga etika, dan terus meningkatkan kompetensinya sehingga tetap memiliki nilai bagi perusahaan maupun organisasi tempatnya bekerja.

Engineer yang Siap Berkarier dan Menciptakan Lapangan Kerja

Integrasi KEK, Wadhwani Ignite, dan Wadhwani Skilling menunjukkan perluasan paradigma pendidikan Teknik Elektro.

Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai rangkaian listrik, elektronika, telekomunikasi, kontrol, komputer, maupun berbagai kompetensi engineering lainnya. Mereka juga perlu memahami bagaimana bekerja sebagai profesional, mengambil keputusan secara etis, membangun jejaring, mengembangkan karier, dan bahkan menciptakan perusahaan sendiri.

Capaian Certified Entrepreneurship Educator dan Top 10% highest scores nationwide yang diraih dosen Teknik Elektro ITERA diharapkan turut memperkuat kualitas fasilitasi pembelajaran tersebut.

Tujuan akhirnya adalah menghasilkan lulusan Teknik Elektro ITERA yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu mempertahankan dan mengembangkan karier, menciptakan inovasi, membangun startup, serta membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Highlight berita:
Associate Professor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D. meraih Certified Entrepreneurship Educator setelah menyelesaikan 42 jam pengembangan kompetensi kewirausahaan dan kemudian mencatat high-distinction performance dengan masuk Top 10% skor tertinggi nationwide pada Faculty Development Program Wadhwani Foundation 2026. Program ini berada di bawah kepemimpinan Dr. Dion Dewa Barata, Director of WEN Ignite at SEA–Indonesia.

Keterangan foto: Associate Professor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., Certified Professional Lecturer (Serdos), Senior Member IEEE, dosen Teknik Elektro ITERA dan pengampu mata kuliah Karier, Etika, dan Kewirausahaan.