Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

Dosen Teknik Elektro ITERA Publikasikan Riset Antena YIG pada Prosiding IEEE iWAT 2026

17 Sep 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

Dosen Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Rheyuniarto Sahlendar Asthan, S.T., M.T., kembali berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional melalui penelitian di bidang antena dan teknologi gelombang mikro.

Rheyuniarto Sahlendar Asthan, atau yang akrab disapa Pak Rhey, saat ini juga sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) di bawah supervisi Achmad Munir. Aktivitas studi doktoral tersebut turut memperkuat jejaring riset antara Teknik Elektro ITERA dan kelompok penelitian telekomunikasi serta microwave di STEI ITB.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam 2026 IEEE International Workshop on Antenna Technology (iWAT), sebuah forum ilmiah internasional IEEE yang berfokus pada perkembangan teknologi antena dan bidang terkait.

Paper berjudul “Experimental Characterization on Magnetically Tuned Resonance of YIG-Loaded Planar Antenna” ditulis oleh Rheyuniarto Sahlendar Asthan, Junas Haidi, Budi Syihabuddin, Asep Sofwan Faturohman Alqap, Mohammad Ridwan Effendi, dan Achmad Munir.

Konferensi IEEE iWAT 2026 diselenggarakan pada 25–27 Maret 2026. Paper tersebut kemudian dipublikasikan melalui IEEE Xplore pada 6 Mei 2026 dengan DOI 10.1109/iWAT66946.2026.11501888.

Mengembangkan Antena yang Frekuensinya Dapat Diatur dengan Medan Magnet

Penelitian ini mengkaji kemampuan material Yttrium Iron Garnet (YIG) dalam mengubah karakteristik resonansi sebuah antena planar melalui pengaruh medan magnet eksternal.

Dalam eksperimen yang dilakukan, elemen YIG berbentuk persegi ditempatkan pada struktur antena planar menggunakan RT/Duroid 5880 sebagai substrat. Medan magnet eksternal kemudian diberikan menggunakan magnet permanen.

Beberapa kondisi magnetisasi digunakan untuk mengamati perubahan karakteristik elektromagnetik antena. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa frekuensi resonansi antena dapat diatur dengan mengubah tingkat external magnetic bias.

Temuan tersebut menunjukkan potensi YIG untuk digunakan dalam pengembangan perangkat microwave dan antena dengan kemampuan frequency tuning atau pengaturan frekuensi.

YIG merupakan material ferrimagnetik dengan karakteristik elektromagnetik yang dapat dipengaruhi oleh medan magnet eksternal. Sifat tersebut menjadikannya menarik untuk pengembangan perangkat microwave yang reconfigurable dan frequency-agile.

Kolaborasi Peneliti dari Empat Perguruan Tinggi

Salah satu kekuatan penelitian ini adalah kolaborasi lintas institusi. Para penulis berasal dari empat perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Bengkulu, dan Telkom University.

Rheyuniarto Sahlendar Asthan, S.T., M.T. merupakan dosen Program Studi Teknik Elektro ITERA dan saat ini menjalani studi doktoral di STEI ITB.

Junas Haidi berasal dari Universitas Bengkulu.

Budi Syihabuddin berasal dari Telkom University dan berafiliasi dengan The University Center of Excellence for Intelligent Sensing-IoT, Research Institute of Sustainable Society.

Asep Sofwan Faturohman Alqap berasal dari Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Bengkulu.

Sementara itu, Mohammad Ridwan Effendi dan Achmad Munir berasal dari Radio Telecommunication & Microwave Laboratory, School of Electrical Engineering and Informatics, Institut Teknologi Bandung.

Komposisi penulis tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi antena modern dapat mempertemukan berbagai bidang keahlian, mulai dari antena, telekomunikasi, microwave, elektromagnetika, material, sensing, hingga rekayasa mekanik.

Memperkuat Jejaring Riset Teknik Elektro ITERA

Bagi Program Studi Teknik Elektro ITERA, keterlibatan dosen dalam kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem penelitian.

Studi doktoral yang sedang dijalani Pak Rhey di STEI ITB di bawah supervisi Achmad Munir juga membuka ruang yang lebih luas untuk pertukaran pengetahuan, penelitian bersama, serta pengembangan jejaring antara ITERA dan kelompok riset nasional di bidang telekomunikasi, microwave, dan antena.

Kolaborasi dengan Universitas Bengkulu dan Telkom University semakin memperluas jejaring tersebut.

Aktivitas seperti ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membuka peluang keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, tugas akhir, pengembangan prototipe, publikasi bersama, serta studi lanjut.

Program Studi Teknik Elektro ITERA terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian, membangun kolaborasi lintas institusi, dan menghasilkan karya ilmiah pada forum bereputasi internasional.

Publikasi ini menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi dapat mempertemukan kompetensi dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi antena dan komunikasi masa depan.

Informasi Publikasi

Judul:
Experimental Characterization on Magnetically Tuned Resonance of YIG-Loaded Planar Antenna

Penulis:
Rheyuniarto Sahlendar Asthan – Institut Teknologi Sumatera / Mahasiswa S3 STEI ITB
Junas Haidi – Universitas Bengkulu
Budi Syihabuddin – Telkom University
Asep Sofwan Faturohman Alqap – Universitas Bengkulu
Mohammad Ridwan Effendi – Institut Teknologi Bandung
Achmad Munir – Institut Teknologi Bandung

Publikasi:
2026 IEEE International Workshop on Antenna Technology (iWAT)

Tanggal Konferensi:
25–27 Maret 2026

Publisher:
IEEE

Tanggal Publikasi di IEEE Xplore:
6 Mei 2026

DOI:
10.1109/iWAT66946.2026.11501888

Dari Sumatera untuk Dunia melalui Riset dan Kolaborasi.