Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

Dosen Teknik Elektro ITERA Heriansyah Raih Best Innovative Research Paper di SICETO 2026

26 Oct 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

Dosen Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Heriansyah, S.T., M.T., yang akrab disapa Ayie, kembali menorehkan prestasi akademik membanggakan. Di tengah studi doktoralnya di Johannes Kepler University of Linz (JKU), Austria, Heriansyah berhasil meraih penghargaan Best Innovative Research Paper pada The 3rd Sriwijaya International Conference on Engineering and Technology (SICETO) 2026.

 

Penghargaan tersebut diraih melalui paper berjudul “Reliable Early Lane-Change Prediction with Causal Driver-Behavior Features and Calibrated Sequential Evidence: A Leakage-Aware, Lightweight, and Interpretable Framework for Intelligent Transportation Systems.”

 

Paper tersebut merupakan hasil kolaborasi internasional yang ditulis oleh Siti Raudhatul Fadilah dari Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya (UNSRI); Heriansyah dari Electrical Engineering, Faculty of Industrial Technology, Institut Teknologi Sumatera (ITERA); serta Hiroaki Nishiuchi dari School of Systems Engineering, Kochi University of Technology (KUT), Jepang.

 

SICETO 2026 merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. Edisi ketiga konferensi ini berlangsung pada 21–22 Oktober 2026 di The Zuri Hotel, Palembang, dengan format hybrid yang mempertemukan peserta secara luring dan daring. Konferensi ini menjadi forum bagi akademisi, peneliti, profesional, serta mahasiswa untuk bertukar gagasan dan hasil penelitian di bidang engineering, lingkungan, energi, dan inovasi digital.

 

Bobot internasional SICETO 2026 juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah keynote speakers dari berbagai institusi, di antaranya Prof. Chikako Fujiyama dari Yokohama National University, Jepang; Prof. Muhammad Akbar Rhamdhani dari Swinburne University of Technology, Australia; serta Prof. Benyamin Kusumoputro dari Universitas Indonesia.

 

Dalam penelitian yang mendapatkan penghargaan tersebut, Heriansyah memiliki peran teknis yang substansial. Ia bertanggung jawab pada pengembangan dan pengolahan dataset, formulasi metode, coding dan implementasi algoritma, serta pengembangan ide novelty penelitian.

 

Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kerangka prediksi perpindahan lajur kendaraan yang dapat bekerja lebih dini, reliabel, ringan secara komputasi, serta tetap dapat diinterpretasikan.

 

Penelitian ini berangkat dari salah satu tantangan penting dalam Intelligent Transportation Systems (ITS), yakni bagaimana sistem dapat memprediksi niat pengemudi untuk berpindah lajur sebelum perpindahan tersebut benar-benar terjadi.

 

Kemampuan memprediksi lane change secara dini memiliki relevansi besar bagi pengembangan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), kendaraan terkoneksi dan otonom, peningkatan keselamatan lalu lintas, serta pengembangan sistem transportasi cerdas pada masa mendatang.

 

Salah satu kekuatan penelitian ini adalah penggunaan causal driver-behavior features dan calibrated sequential evidence. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan prediksi yang tidak hanya akurat, tetapi juga memiliki dasar bukti yang dapat ditelusuri sepanjang urutan waktu.

 

Aspek leakage-aware juga menjadi perhatian penting. Dalam pemodelan berbasis data, data leakage dapat membuat sebuah algoritma tampak memiliki kinerja sangat tinggi karena secara tidak sengaja menggunakan informasi yang seharusnya belum tersedia ketika prediksi dilakukan. Dengan menghindari kebocoran informasi semacam ini, evaluasi model dapat dibuat lebih realistis dan lebih dekat dengan kondisi implementasi di dunia nyata.

 

Selain itu, karakter lightweight dan interpretable memberikan nilai tambah karena metode tidak semata-mata mengejar kompleksitas model. Pendekatan yang relatif ringan berpotensi lebih sesuai untuk implementasi pada sistem kendaraan dengan keterbatasan sumber daya komputasi, sedangkan interpretabilitas membantu peneliti maupun pengembang memahami alasan di balik keputusan yang dihasilkan sistem.

 

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih Heriansyah ketika sedang menjalani pendidikan doktoral di Johannes Kepler University of Linz, Austria. Studi lanjut tersebut tidak menghentikan keterikatannya dengan Teknik Elektro ITERA. Sebaliknya, jejaring dan pengalaman internasional yang dibangun selama studi turut membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas.

 

SICETO 2026 juga menyediakan jalur publikasi bagi paper yang telah melalui proses review. Paper terpilih dapat direkomendasikan untuk diterbitkan melalui prosiding internasional sesuai ketentuan penyelenggara dan penerbit. Dengan demikian, capaian Best Innovative Research Paper ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penelitian yang dipresentasikan pada forum ilmiah internasional.

 

Keberhasilan Heriansyah menunjukkan bahwa dosen Teknik Elektro ITERA mampu mengambil peran langsung dalam penelitian internasional yang berada pada persimpangan teknik elektro, artificial intelligence, data science, perilaku pengemudi, serta intelligent transportation systems.

 

Lebih dari sekadar menjadi co-author, keterlibatan Heriansyah pada dataset, formulasi metode, coding, hingga penciptaan novelty memperlihatkan pentingnya penguasaan menyeluruh terhadap proses penelitian, mulai dari mendefinisikan persoalan, membangun model, mengimplementasikan algoritma, hingga menghasilkan kontribusi ilmiah baru.

 

Capaian tersebut sekaligus memperkuat jejak internasional Program Studi Teknik Elektro ITERA. Kolaborasi UNSRI–ITERA–Kochi University of Technology, ditambah pengalaman studi doktoral Heriansyah di Austria, memperlihatkan bagaimana jejaring akademik dapat berkembang melampaui batas institusi dan negara.

 

Dari ITERA menuju Austria, berkolaborasi dengan peneliti UNSRI dan Jepang, hingga meraih Best Innovative Research Paper di SICETO 2026, perjalanan riset Ayie menjadi salah satu contoh bagaimana studi doktoral dosen dapat menjadi momentum untuk memperluas jejaring global sekaligus membawa kontribusi dan nama Teknik Elektro ITERA ke forum ilmiah internasional.