Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HME) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) terus memperkuat pembinaan karakter dan kesiapan profesional mahasiswa melalui kegiatan Pendidikan Keanggotaan Tingkat Menengah (PKTM) HME ITERA 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Assoc. Prof. Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., CPL, CEE, SMIEEE, dosen Teknik Elektro dan Teknik Telekomunikasi ITERA, hadir sebagai pemateri dengan membawakan tema “Branding Personality: Who Are You, and What Do People Remember About You?” pada 27 September 2026 secara daring.
Dalam pemaparannya, Dr. Reza menekankan bahwa personal branding bukanlah pencitraan. Personal branding yang kuat justru lahir ketika seseorang secara konsisten menunjukkan karakter, kemampuan, karya, dan kontribusinya sehingga orang lain mengenalnya melalui bukti nyata. Materi tersebut dirangkum melalui alur sederhana: Who You Are → What You Do → What People Remember.
Menurut Dr. Reza, sebelum berbicara mengenai branding, mahasiswa terlebih dahulu perlu mengenali dirinya sendiri. Mahasiswa diajak menjawab empat pertanyaan dasar: apa kekuatan yang dimiliki, apa yang benar-benar diminati, nilai apa yang tidak ingin dikompromikan, serta masalah apa yang dapat diselesaikan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Karena itu, setiap mahasiswa dapat memiliki jalur personal branding yang berbeda sesuai kekuatan dan kontribusinya.
Mahasiswa Teknik Elektro, misalnya, dapat dikenal sebagai sosok yang kuat dalam rangkaian elektronik, programming, penelitian, organisasi, komunikasi, entrepreneurship, energi terbarukan, maupun telekomunikasi. Dr. Reza menegaskan bahwa mahasiswa tidak harus menjadi terbaik dalam semua hal. Hal yang lebih penting adalah menjadi sangat bernilai pada bidang tertentu dan membuktikannya secara konsisten melalui karya.
Konsep skill stack juga menjadi salah satu poin penting. Kombinasi kemampuan Teknik Elektro, programming, Bahasa Inggris, komunikasi, dan leadership dapat membentuk profil profesional yang unik dan semakin sulit digantikan. Dengan demikian, keunggulan seseorang tidak selalu berasal dari satu kemampuan yang sangat menonjol, tetapi dapat terbentuk melalui kombinasi beberapa kompetensi yang saling memperkuat.
Selain kompetensi, Dr. Reza mengingatkan pentingnya membangun karakter. Target pengembangan mahasiswa bukan hanya menjadi individu dengan kompetensi tinggi, tetapi menjadi trusted professional yang memiliki kompetensi sekaligus karakter yang kuat. Kejujuran, integritas, konsistensi, kemampuan menerima revisi, serta menghindari plagiarisme dan jalan pintas menjadi bagian penting dalam membangun reputasi profesional.
Organisasi mahasiswa juga dapat menjadi tempat latihan membangun personal branding. Melalui organisasi, mahasiswa belajar komunikasi, teamwork, penyelesaian konflik, delegasi, disiplin, tanggung jawab, public speaking, pengambilan keputusan, dan empati. Namun, Dr. Reza mengingatkan bahwa jabatan bukanlah branding; cara seseorang menjalankan jabatan itulah yang akan menjadi bagian dari reputasinya.
Dalam sesi diskusi, muncul pula pertanyaan mengenai kegagalan. Dr. Reza menjelaskan bahwa kegagalan merupakan bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. Ia mengibaratkannya sebagai tangga menuju kesuksesan: setiap kegagalan dapat menjadi pijakan untuk belajar, memperbaiki diri, lalu naik ke tingkat berikutnya. Karena itu, mahasiswa diingatkan agar tidak larut dalam keputusasaan atau sampai mengalami tekanan berat hanya karena satu kegagalan. Terus berjalan, terus belajar, dan terus naik hingga mencapai keberhasilan. Dr. Reza juga membagikan bahwa perjalanan hidup dan kariernya sendiri tidak lepas dari banyak kegagalan sejak masa kecil hingga sekarang. Justru dari berbagai pengalaman tersebut, seseorang dapat belajar membangun ketangguhan, kesabaran, dan keberanian untuk mencoba kembali.
Dr. Reza juga mendorong mahasiswa agar tidak menunggu menjelang kelulusan untuk mulai membangun CV dan portofolio. Sejak semester awal, mahasiswa dapat mulai mengeksplorasi minat, membangun keterampilan, mengikuti project, internship, kompetisi, penelitian, serta menghasilkan berbagai bukti kompetensi yang dapat ditampilkan pada CV, LinkedIn, GitHub, Google Scholar, maupun media profesional lainnya.
Jejak digital juga perlu dikelola secara serius. Karya, project, prestasi, sertifikasi, dan publikasi dapat menjadi aset profesional, sedangkan plagiarisme, informasi palsu, konflik digital, dan konten yang tidak profesional dapat menjadi liabilitas bagi reputasi seseorang di masa depan.
Pada akhir sesi, Dr. Reza mengajak mahasiswa melihat personal branding sebagai perjalanan panjang yang dibangun melalui tahapan Character → Competence → Contribution → Consistency → Reputation. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berusaha terlihat mengesankan, tetapi benar-benar membangun diri menjadi pribadi yang kompeten, berkarakter, konsisten, dan mampu memberikan kontribusi nyata.
Pesan penutup materi tersebut merangkum semangat PKTM HME ITERA 2026: “Don’t try to look impressive. Become someone worth remembering.”
