Teknik Elektro ITERA TEKNIK ELEKTRO ITERA Program Studi Teknik Elektro
ID EN

Dari Telkom ke KTH Swedia hingga Coventry Inggris: Dosen Elektro ITERA Uri Arta Ramadhani Menembus Riset Doktoral Kesehatan Digital Dunia

28 Oct 2026 • Berita • Oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

Dosen Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Uri Arta Ramadhani, S.T., M.Sc., terus memperkuat kiprah akademiknya hingga tingkat internasional. Perjalanan pendidikannya membentang dari Indonesia, Swedia, hingga Inggris, dengan fokus keilmuan yang berkembang dari telekomunikasi dan sistem komunikasi nirkabel menuju kecerdasan buatan serta teknologi kesehatan digital.

 

Uri menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Telkom, Bandung, pada bidang Teknik Telekomunikasi. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Eropa setelah memperoleh kesempatan menempuh pendidikan Master’s Degree in Wireless Systems di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia.

 

Pada jenjang magister, Uri memperdalam teknologi komunikasi nirkabel, termasuk pengelolaan sumber daya jaringan telekomunikasi. Tesisnya di KTH pada 2017 berjudul “Evaluation of the Profitability of Quality of Experience-based Resource Allocation Deployment in LTE Network: A Techno-economic Assessment based on Quality of Experience in Video Traffic.”

 

Setelah menyelesaikan pendidikan magister di Swedia, Uri kembali ke Indonesia dan bergabung sebagai dosen Program Studi Teknik Elektro ITERA. Pengalaman akademik internasional tersebut kemudian dibawanya ke dalam kegiatan pendidikan, penelitian, pembimbingan mahasiswa, dan pengembangan inovasi di kampus.

 

Di ITERA, Uri mengampu bidang yang erat dengan kompetensinya, antara lain Sistem Komunikasi dan Sistem Komunikasi Seluler. Ia juga membimbing mahasiswa dalam penelitian dan tugas akhir, termasuk topik desain antena mikrostrip, sistem komunikasi nirkabel, Internet of Things, serta penerapan teknologi untuk smart farming.

 

Salah satu aktivitas riset terapan yang dikembangkan berkaitan dengan Smart Farming di Kebun Raya ITERA. Pemanfaatan sensor, Internet of Things, sistem komunikasi, dan teknologi digital untuk mendukung pertanian cerdas menunjukkan bagaimana keilmuan Teknik Elektro dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Jejak inovasinya juga ditandai dengan keterlibatan dalam paten “Alat Penerjemah Bahasa Isyarat Menjadi Teks dan Suara”. Invensi tersebut melibatkan Heriansyah, Uri Arta Ramadhani, Rafi Nuansah, dan Nanda Rizki Amalia sebagai inventor dan diajukan oleh ITERA pada 2021. Inovasi ini menjadi salah satu tonggak awal pengembangan paten di lingkungan Teknik Elektro ITERA sekaligus menunjukkan kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan teknologi yang memiliki manfaat sosial.

 

Selain menjalankan tridarma perguruan tinggi, Uri juga telah memiliki Certified Professional Lecturer (CPL), yang semakin melengkapi rekam jejak profesionalnya sebagai pendidik di bidang teknik elektro dan telekomunikasi.

 

Perjalanan akademiknya kini memasuki tahap yang lebih tinggi. Uri sedang menempuh pendidikan doktoral di Coventry University, Inggris. Berdasarkan profil resmi Coventry University, ia tercatat sebagai Doctorate Student pada Centre for Healthcare and Community Transformation (HCT).

 

Tahap doktoral ini menjadi bagian menarik dalam perjalanan keilmuannya. Fondasi yang sebelumnya kuat pada wireless systems dan telekomunikasi kini berkembang menuju persimpangan antara teknologi digital, artificial intelligence, keamanan data, dan kesehatan.

 

Salah satu karya yang tercatat pada portal resmi Coventry University adalah “Federated Learning-Enabled Adversarial Attack Detection Framework for Healthcare Laboratory Data”, yang dipublikasikan pada 2025 7th International Conference on Blockchain Computing and Applications (BCCA).

 

Penelitian tersebut mempertemukan federated learning, artificial intelligence, keamanan sistem, dan data laboratorium kesehatan. Federated learning memungkinkan pengembangan model kecerdasan buatan secara terdistribusi tanpa harus mengumpulkan seluruh data sensitif pada satu lokasi. Dalam konteks kesehatan, pendekatan ini penting karena kebutuhan pemanfaatan data harus berjalan beriringan dengan perlindungan privasi dan keamanan informasi.

 

Aspek adversarial attack detection dalam penelitian tersebut juga menjadi semakin relevan ketika kecerdasan buatan mulai digunakan untuk membantu pengolahan dan analisis data kesehatan. Sistem AI tidak hanya dituntut akurat, tetapi juga harus mampu menghadapi manipulasi atau serangan yang berpotensi memengaruhi hasil analisis.

 

Perkembangan tersebut menunjukkan transformasi menarik dalam perjalanan akademik Uri. Pendidikan Teknik Telekomunikasi membangun fondasi sistem komunikasi, pendidikan Wireless Systems di KTH memperkuat kompetensi komunikasi nirkabel, sedangkan studi doktoral di Coventry University memperluas penerapannya menuju artificial intelligence dan teknologi kesehatan digital.

 

Pengalaman internasional dari Swedia hingga Inggris diharapkan semakin memperkuat jejaring riset global Program Studi Teknik Elektro ITERA. Kompetensi tersebut juga membuka peluang kolaborasi lintas disiplin yang semakin luas, baik dalam telekomunikasi, kecerdasan buatan, keamanan data, intelligent healthcare, maupun berbagai sistem cerdas berbasis teknologi elektro.

 

Perjalanan Uri Arta Ramadhani sekaligus memperlihatkan bahwa bidang Teknik Elektro terus berkembang melampaui batas-batas konvensional. Dari antena dan jaringan komunikasi, Smart Farming di Kebun Raya ITERA, inovasi penerjemah bahasa isyarat, hingga federated learning untuk data kesehatan, teknologi elektro dapat menjadi penghubung berbagai disiplin untuk menyelesaikan persoalan nyata.

 

Dari Indonesia menuju KTH di Swedia, kembali mengabdi dan membangun riset bersama mahasiswa di ITERA, kemudian melanjutkan studi doktoral di Coventry University Inggris, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan internasionalisasi Teknik Elektro ITERA serta mempersiapkan pengembangan riset masa depan yang semakin multidisiplin dan berdampak.