Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembali menunjukkan bahwa inovasi kampus tidak berhenti di ruang kuliah, laboratorium, maupun dokumen paten. Teknologi alat pemberian pakan sistem bioflok pada budidaya ikan lele berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan melalui riset Teknik Elektro kini mendapat ruang implementasi dalam Program Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli Kemdiktisaintek 2026 di Desa Tulung Singkip, Kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara.
Program tersebut mengusung konsep Integrated Zero Waste Farming System berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan mengintegrasikan budidaya lele bioflok, hidroponik, maggot, energi terbarukan, serta teknologi pendukung. Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Tulung Singkip pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Salah satu kontribusi penting Teknik Elektro ITERA adalah membawa teknologi hasil riset lebih dekat kepada masyarakat. Dean Corio, S.T., M.T., dosen Teknik Elektro ITERA, sebelumnya terlibat dalam pengembangan invensi berjudul “Alat Pemberian Pakan Sistem Bioflok pada Budidaya Ikan Lele Berbasis IoT.”
Invensi tersebut telah memperoleh paten dengan Nomor Paten IDS000007345 dan tanggal pemberian 5 Februari 2024. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses pemberian pakan pada budidaya lele bioflok dengan memanfaatkan sistem elektronik dan IoT sehingga membuka peluang otomasi serta pengendalian sistem secara lebih efisien.
Melalui kegiatan Aksara Peduli 2026, pengalaman pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu kekuatan kontribusi bidang elektro dalam mendukung implementasi pertanian dan peternakan terpadu di masyarakat.
Program PkM ini diketuai oleh Dr. Eng. Feerzet Achmad, S.T., M.T., serta turut melibatkan Ir. M. Bobby Rahman, S.T., M.Si.(Han)., Ph.D. dan Dean Corio, S.T., M.T., bersama mahasiswa dan berbagai unsur ITERA.
Mahasiswa Teknik Elektro juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam implementasi dan pendampingan teknologi. Kegiatan tersebut menjadi pembelajaran nyata bahwa kompetensi di bidang elektronika, sensor, sistem kontrol, Internet of Things, otomasi, dan sistem tenaga dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Konsep yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada budidaya lele. Dalam Integrated Zero Waste Farming System, berbagai bagian dirancang untuk saling mendukung. Budidaya lele bioflok diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pemeliharaan ikan, hidroponik mendukung produksi tanaman pada lahan terbatas, sedangkan maggot dapat memanfaatkan limbah organik sekaligus menjadi sumber pakan alternatif. Dukungan PLTS selanjutnya memberikan sumber energi terbarukan bagi sistem.
Di sinilah teknologi elektro memiliki posisi strategis. Energi surya menyediakan sumber daya listrik, sementara sistem elektronik, kontrol, sensor, dan IoT dapat menjadi penghubung berbagai proses menuju sistem budidaya yang semakin efisien dan cerdas.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini juga memperlihatkan perjalanan inovasi yang lebih lengkap: berawal dari persoalan nyata, dikaji melalui pendidikan dan penelitian, dikembangkan menjadi teknologi, dilindungi melalui paten, kemudian diarahkan kembali untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Implementasi tersebut sejalan dengan semangat pendidikan tinggi berdampak. Keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari selesainya prototipe atau diperolehnya paten, tetapi juga dari sejauh mana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, keterampilan, dan kemandirian masyarakat.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah desa, KWT, Karang Taruna, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat berkembang menjadi model pemberdayaan desa yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Dari paten ke desa, dari laboratorium menuju masyarakat, Teknik Elektro ITERA terus mendorong agar teknologi elektro, IoT, otomasi, dan energi terbarukan tidak hanya menjadi bahan pembelajaran, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat.
Berita lengkap mengenai program pertanian terpadu berbasis energi surya ini juga telah dipublikasikan melalui laman utama Institut Teknologi Sumatera. Pembaca dapat mengikuti informasi selengkapnya pada berita ITERA Pusat:
https://www.itera.ac.id/itera-kembangkan-pertanian-terpadu-berbasis-energi-surya-untuk-dorong-kemandirian-ekonomi-desa/


