LAMPUNG SELATAN - Bagi mahasiswa baru Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), gedung kuliah, laboratorium, organisasi mahasiswa, hingga Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang ada saat ini mungkin terlihat sebagai sesuatu yang sudah lama berdiri. Padahal, perjalanan Teknik Elektro ITERA tumbuh bersama perjalanan ITERA sendiri—melewati masa perintisan, perubahan jurusan, restrukturisasi organisasi, hingga akhirnya berada di bawah sebuah fakultas.
Teknik Elektro bahkan telah menjadi bagian dari sejarah ITERA sejak awal.
2012: Teknik Elektro Hadir Sejak Generasi Pertama ITERA
Perjalanan Teknik Elektro ITERA dimulai pada tahun 2012, saat ITERA masih berada pada tahap perintisan dan pengembangan dengan pembinaan langsung dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Teknik Elektro termasuk dalam kelompok program studi awal ITERA dan mulai menerima mahasiswa pertama pada tahun tersebut. Pada masa itu, ITERA belum menjadi perguruan tinggi negeri mandiri seperti sekarang. Sebagian proses pendidikan mahasiswa generasi awal masih dilaksanakan dengan dukungan ITB.
Karena itu, mahasiswa Teknik Elektro hari ini sesungguhnya meneruskan perjalanan yang telah dimulai sejak generasi pertama ITERA.
2014: ITERA Resmi Berdiri
Tonggak penting berikutnya terjadi pada 6 Oktober 2014, ketika Institut Teknologi Sumatera resmi berdiri sebagai perguruan tinggi negeri melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 124 Tahun 2014.
Sejak saat itu, pengembangan akademik dan organisasi ITERA berlangsung semakin cepat.
Program studi bertambah, jumlah mahasiswa meningkat, dosen mulai bertambah, laboratorium dikembangkan, dan struktur organisasi kampus pun terus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan ITERA.
Dari Program Studi ke Jurusan Sains
Pada fase awal pembentukan organisasi akademik ITERA, Teknik Elektro berada di bawah Jurusan Sains.
Hal ini mungkin terdengar unik bagi mahasiswa sekarang. Teknik Elektro yang identik dengan rekayasa, sistem tenaga, elektronika, kendali, dan telekomunikasi pernah berada dalam satu rumah organisasi bersama rumpun sains.
Namun, kondisi tersebut menggambarkan ITERA pada masa awal: sebuah institut teknologi yang masih bertumbuh dengan jumlah jurusan yang sangat terbatas.
Pada periode awal ini, dua rumpun besar mulai berkembang di ITERA, yaitu Jurusan Sains serta Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK).
Seiring bertambahnya berbagai program studi teknik, kebutuhan akan pengelompokan keilmuan yang lebih sesuai pun semakin kuat.
2018: Teknik Elektro Berpindah ke JTPI
Perubahan besar terjadi pada tahun 2018 dengan dibentuknya Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI).
Teknik Elektro kemudian berpindah dari Jurusan Sains dan menjadi bagian dari JTPI.
Perubahan ini menjadi fase penting dalam sejarah Teknik Elektro ITERA karena rumpun keilmuannya semakin terhubung dengan berbagai bidang rekayasa dan teknologi industri.
JTPI kemudian berkembang sangat pesat. Di dalamnya tumbuh berbagai program studi teknik dan rekayasa yang kelak menjadi salah satu kelompok akademik terbesar di ITERA.
2020: Muncul Rumpun Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Fisis
Pertumbuhan JTPI yang sangat cepat kemudian memunculkan gagasan untuk membaginya menjadi beberapa jurusan yang lebih spesifik.
Pada Januari 2020, ITERA merencanakan pemecahan JTPI menjadi tiga jurusan. Salah satunya adalah:
Jurusan Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Fisis.
Dalam struktur inilah Teknik Elektro dikelompokkan bersama program-program studi yang memiliki kedekatan dalam bidang kelistrikan, elektronika, komputasi, informasi, instrumentasi, dan sistem fisis.
Namun, rencana pemecahan JTPI tersebut kemudian tidak mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan akhirnya dibatalkan.
Akibatnya, secara formal program-program studi tersebut tetap berada di bawah JTPI.
Meski demikian, pada periode sekitar 2020–2022, berkembang penggunaan istilah subjurusan untuk memudahkan pengelompokan program studi berdasarkan kedekatan rumpun keilmuan. Teknik Elektro berada dalam rumpun Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Fisis.
Fase ini menjadi salah satu bagian menarik dari sejarah organisasi ITERA: kampus berkembang begitu cepat sehingga struktur organisasinya pun harus terus beradaptasi.
2023: Dari JTPI Menjadi Fakultas Teknologi Industri
Perjalanan panjang tersebut akhirnya memasuki babak baru pada 2023.
Melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2023 tanggal 20 September 2023, struktur organisasi ITERA mengalami perubahan besar.
Tiga jurusan besar di ITERA bertransformasi menjadi fakultas.
Dalam perubahan tersebut, Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI) bertransformasi menjadi Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Sejak saat itu, Program Studi Teknik Elektro secara resmi menjadi salah satu program studi di bawah Fakultas Teknologi Industri ITERA.
Perjalanan Teknik Elektro ITERA dalam Satu Garis Waktu
Secara sederhana, perjalanan tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:
2012
Teknik Elektro menerima mahasiswa pertama pada masa perintisan ITERA dengan pembinaan ITB.
2014
ITERA resmi berdiri sebagai perguruan tinggi negeri.
Fase awal ITERA
Teknik Elektro berada di bawah Jurusan Sains.
2018
Teknik Elektro masuk ke Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI).
2020
Direncanakan pembentukan Jurusan Teknik Elektro, Informatika, dan Sistem Fisis sebagai hasil pemecahan JTPI.
2020–2022
Rencana pemecahan dibatalkan sehingga secara formal tetap JTPI, sementara pengelompokan rumpun keilmuan dikenal dengan istilah subjurusan.
2023
JTPI bertransformasi menjadi Fakultas Teknologi Industri (FTI).
Sekarang
Program Studi Teknik Elektro menjadi bagian dari FTI ITERA.
Mahasiswa Baru adalah Generasi Penerus Sejarah
Perubahan nama dan struktur tersebut bukan sekadar perjalanan administratif.
Di baliknya terdapat perjalanan sebuah program studi yang tumbuh bersamaan dengan pembangunan ITERA.
Dari mahasiswa generasi pertama yang memulai pendidikan ketika ITERA masih dirintis bersama ITB, kemudian berada di Jurusan Sains, berpindah ke JTPI, mengalami fase rumpun Teknik Elektro–Informatika–Sistem Fisis, hingga akhirnya menjadi bagian dari Fakultas Teknologi Industri.
Lebih dari satu dekade kemudian, Teknik Elektro ITERA terus berkembang melalui pendidikan dan penelitian pada berbagai bidang utama seperti Teknik Tenaga Elektrik, Telekomunikasi, Elektronika, serta Kendali.
Karena itu, bagi mahasiswa baru Teknik Elektro ITERA, menjadi mahasiswa Elektro bukan hanya tentang memasuki sebuah program studi.
Mereka juga memasuki sebuah perjalanan sejarah.
Dari salah satu program studi perintis ITERA pada 2012, tumbuh bersama ITERA, hingga menjadi bagian dari Fakultas Teknologi Industri hari ini.
Kini, generasi mahasiswa berikutnyalah yang akan menuliskan bab selanjutnya dari sejarah Teknik Elektro ITERA.
