Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tejang Pulau Sebesi di Lampung Selatan, Dosen Prodi Teknik Elektro ITERA Gagas Desa Mandiri Energi

Bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tejang Pulau Sebesi di Lampung Selatan, Dosen Prodi Teknik Elektro ITERA Gagas Desa Mandiri Energi

Dr. Sabhan Kanata, S.T., M.Eng. menjadi salah satu dosen program studi Teknik Elektro yang menerima dana hibah penelitian percepatan Guru Besar di bawah 45 tahun (GBU45) dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Melalui wawancara yang dilakukan pada Minggu, 4 Juli 2021, pukul 16:00 WIB, beliau memaparkan penelitian GBU45 yang dilakukannya sejak Maret 2021.

Dengan mengusung konsep Energi Baru Terbarukan (EBT), Dr. Sabhan membuka peluang bagi desa atau pulau terpencil di Sumatera untuk dijadikan sebagai binaan dalam Desa Mandiri Energi (DME). Adapun Desa Tejang Pulau Sebesi Lampung Selatan dipilih karena memiliki potensi, baik dari segi pariwisata hingga kesediaan sumber daya alam. Selain untuk membangun energi, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan roda perekonomian penduduk lokal. Lebih lanjut, dosen yang menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2013 itu menuturkan bahwa sumber energi terbesar yang ada pada daerah binaan adalah energi surya, yang memiliki Peak Sun Hour (PSH) hingga 5 jam; disusul dengan energi angin yang mempunyai kecepatan 3.5 – 4 m/s; biogas yang berasal dari kotoran manusia dan hewan, limbah domestik, serta sampah atau limbah biodegradable; biodiesel yang berasal dari transesterifikasi minyak kelapa; hingga bioetanol yang berasal dari kulit pisang dan buah cokelat. Dr. Sabhan juga memaparkan bahwa arus bawah laut memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan sebagai sumber energi.

“Bahasan dalam penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian yang sempat tertunda karena saya menempuh pendidikan S3. Selain itu, penelitian ini juga merupakan upaya dalam mewujudkan bauran energi 23% pada tahun 2025 sesuai dengan Paris Agreement, terkait dengan kontribusi Indonesia untuk menurunkan emisi gas CO2. Saya membuat role model energi dengan berbagai concern yang ada di sana (Desa Tejang Pulau Sebesi). Adapun hal ini disebabkan karena EBT bersifat intermittent yang artinya tidak selalu ada, juga profil beban yang berubah-ubah setiap jamnya. Setelah merumuskan kajian terkait model energi yang cocok untuk diterapkan, nantinya dapat menjadi rekomendasi kepada Pemda Lampung,” ujarnya. Beliau juga menuturkan bahwa dalam penelitian ini terdapat 3 dosen, yaitu Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T., Ali Muhtar S.T., M.Eng., serta Purwono Prasetyawan, S.T., M.T., dan 4 mahasiswa yang tergabung dalam timnya; dengan Prof. Dr. Toto Winata, Ph.D. selaku advisor.

Penelitian yang bersifat jangka panjang ini dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu tahap awal berupa riset dasar; tahap terapan berupa kerjasama dengan pihak Pemda Lampung Selatan, pihak industri, dan pihak peneliti seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); serta tahap lanjutan. Dr. Sabhan juga menuturkan bahwa riset dasar yang dilakukan berupa pencocokan data sekunder dengan data pengukuran di lapangan; pengumpulan data sekunder lainnya seperti sumber energi, profil beban yang ada, demografi penduduk, topografi daerah, potensi hambatan, hingga peluang ekonomi; perancangan variabel yang dapat memberikan kontribusi, baik kontribusi batasan maupun tujuan; dan rekomendasi yang berupa publikasi maupun paten model.

Dosen yang menyelesaikan studi doktornya di Institut Teknologi Bandung pada 2020 itu juga menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, sistem bauran energi dapat diciptakan sesuai dengan rekomendasi dan kebutuhan daerah. “Misalnya, karena di sana merupakan kawasan pariwisata, kita bisa membuat sistem EBT yang mobile hybrid. Target terbesar kita adalah membuat hybrid energy system secara terpusat.” Dr. Sabhan juga menuturkan bahwa kendala dalam penelitian ini adalah waktu, karena harus diselesaikan pada akhir tahun 2021. Adapun pendanaan dalam kegiatan ini sebesar Rp 95.000.000,-  yang dicairkan dalam 3 termin, yaitu termin 1 sebesar 25% pada bulan April 2021, termin 2 sebesar 50% pada Agustus 2021, dan termin 3 sebesar 25% pada akhir tahun 2021.

Penelitian ini telah dibahas dan disebarluaskan oleh Dr. Sabhan dalam kegiatan webinar yang diadakan oleh Conservation and Renewable Energy Research and Innovation Center (ONE–RIC) ITERA, dengan tajuk “Tantangan dan Peluang Penelitian Terkait Energi Baru dan Terbarukan untuk Menjawab Permasalahan Energi di Sumatera,” yang dimoderatori oleh Tria Kasnalestari, S.T., M.T. dan diselenggarakan pada Jumat, 2 Juli 2021 pukul 8:00 WIB. “Kalau bisa, mahasiswa jangan sekadar belajar, mengerjakan tugas, dan dapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang bagus. Karena setelah lulus, baik ketika mencari pekerjaan atau berwirausaha, yang dilihat adalah portofolionya. Mahasiswa harus bisa mengejar proyek-proyek dosen untuk menambah pengalaman. Jadi, jangan hanya selesai dengan bermodalkan ijazah dan IPK.” ucapnya mengakhiri sesi interview.

Ditulis oleh Natasya Salsabiila, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Angkatan 2019.

Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE., Assistant Professor, Program Studi Teknik Elektro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *