Tagihan Listrik Masih Terus Naik? Mahasiswa Teknik Elektro ITERA Mempunyai Salah Satu Solusinya: Alat Monitoring dan Controlling Listrik dari Jauh Berbasis IoT

Tagihan Listrik Masih Terus Naik? Mahasiswa Teknik Elektro ITERA Mempunyai Salah Satu Solusinya: Alat Monitoring dan Controlling Listrik dari Jauh Berbasis IoT

Dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yaitu Amir Shodiq dan Satria Pratama Ramadhannusa melakukan sidang Tugas Akhir (TA) 2 pada hari Jum’at 28 Mei 2021, pukul 08.00 – 11.00 WIB dimana penelitian TA mereka berjudul Power and Energy Monitoring System (PEMoS). Pada sidang TA 2 ini juga dilakukan demo alat dengan tim sidang yaitu dosen pembimbing Syamsyarief Baqauruzi, S.T., M.T. dan Ali Muhtar, S.T., M.Eng. serta dosen penguji Rheyuniarto Sahlendar Asthan, S.T., M.T. dan Uri Arta Ramadhani, S.T., M.Sc.

Amir dan Satria menciptakan sebuah alat yang memiliki kegunaan untuk monitoring dan controlling listrik pada rumah tangga dari jarak jauh dengan basis Internet of Things (IoT). Kemudian kedua mahasiswa ini juga menciptakan aplikasi berbasis android yang berfungsi untuk memberi kemudahan pengguna melakukan controlling dan monitoring activity tegangan, arus dan daya listrik. Alat tersebut mereka beri nama PEMoS. Berikut implementasi hardware berupa alat PEMoS serta software berupa aplikasi berbasis android yang mereka buat

FITUR DAN SPESIFIKASI

Power and Energi Monitoring System (PEMoS) ini merupakan alat yang dirancang untuk dapat mengetahui besar tegangan masuk dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang digunakan dalam rumah tangga. Tidak hanya itu, alat ini juga dapat mengetahui arus dan beban yang digunakan pada rumah tangga. Dengan mengetahui tegangan dan arus tadi, alat ini dapat juga mengetahui besar dari daya yang terpakai pada rumah tangga, sehingga pengguna dapat memperkirakan besar pemakaian daya listrik pada rumah tangga. Ketika pengguna mengetahui alat apa saja yang menggunakan daya besar dapat mengontrolnya dengan menggunakan sebuah aplikasi pada smartphone, sistem kontrol ini berguna untuk mematikan peralatan yang tidak terlalu perlu dan menggunakan daya besar jadi dapat menghemat pemakaian listrik pada rumah tangga. Untuk spesifikasi pada alat ini terdapat beberapa macam alat diantaranya adalah sensor arus, sensor tegangan, NodeMCU, Relay 5V, Adaptor 5V DC 2A, Liquid Crystal Display (LCD) 20×4, light-emitting diode (LED), media komunikasi yaitu Wireless Fidelity (WI-FI) dan Switch.

“Prinsip kerja dari alat ini adalah melakukan pemantauan tegangan, arus, daya, biaya listrik dan dapat mengontrol listrik pada rumah, melalui aplikasi PEMoS berbasis android. Pengguna dapat melihat juga riwayat dari pemakaian listrik yang telah digunakan, serta melihat grafik penggunaan pada aplikasi. Untuk kendala dalam menggunakan alat ini mungkin hanya terdapat delay ketika pengiriman data kontrol saja yang lumayan lama jika semua client terpasang, yaitu sekitar 22 detik. Penggunaan alat ini sangat mudah dengan cara menghubungkan ke stop kontak, kemudian disambungkan ke jaringan Wi-Fi untuk monitoring dan controlling jarak jauh.” ucap Amir dalam sesi wawancara. Diakhir sesi wawancara mereka berharap alat ini dapat diproduksi lebih banyak dan dapat memudahkan kan kita untuk memonitoring dan kontrol di rumah kita.

Ditulis oleh Denia Aldi Saputra, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Angkatan 2020.

Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE., Assistant Professor, Program Studi Teknik Elektro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *