Dua Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ITERA Ciptakan Alat Monitoring Debit Air Berbasis Smarthome

Dua Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ITERA Ciptakan Alat Monitoring Debit Air Berbasis Smarthome

Dua mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA), yakni Andree Fajar Pratama dan Shovyana Wulan Tika, ciptakan alat monitoring debit air berbasis smarthome. Alat yang diberi nama Home Water Flow Monitoring (HEROIG) ini diciptakan dalam rangka memenuhi Tugas Akhir; dengan Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T. dan Ali Muhtar, S.T., M.Eng. selaku dosen pembimbing, serta Rheyuniarto Sahlendar Asthan, S.T., M.T. dan Afit Miranto, S.T., M.T. selaku dosen penguji. Alat yang berfungsi untuk melakukan pemantauan dan kendali debit air secara real time ketika aktuator bekerja pada distribusi air rumah tangga ini dilengkapi dengan sistem Internet of Things (IoT), sehingga dapat melakukan kontrol dengan cara mematikan dan menghidupkan keran air secara otomatis.

“HEROIG ini pada dasarnya merupakan gabungan dari tiga penelitian lain yang menjadi rujukan bagi kami, yaitu keran otomatis, pemantauan debit air, dan dapat dikontrol dari jarak jauh. Sehingga latar belakang dari diciptakannya HEROIG ini adalah untuk membantu pengguna dalam meminimalisir pemborosan air rumah tangga dan melakukan pemantauan terhadap debit air.” ucap Shovy, dalam wawancara secara daring yang dilakukan via Google Meet (Minggu, 20/06/2021, 10:00 WIB). Lebih lanjut, ia juga menjelaskan mengenai fitur dan spesifikasi dari produk ini.

Fitur dan Spesifikasi

Dalam menjalankan fungsinya, HEROIG memiliki beberapa fitur dasar antara lain sensor waterflow untuk membaca jumlah air yang keluar dalam satuan waktu tertentu, motor listrik untuk mengendalikan aktuator, modul wireless untuk mengirim data ke database melalui jaringan nirkabel, interface sebagai media untuk pemantauan kondisi pengunaan air pada rumah tangga, indikator sebagai media untuk melihat kondisi mode kerja, database sebagai media penyimpanan dan pengiriman data, software berbasis android sebagai alat untuk melakukan pemantauan dan kendali sistem, serta mikrokontroler untuk melakukan proses pembacaan, pemantauan dan kendali. Adapun fitur tambahannya berupa kondisi debit air yang dapat dipantau secara real time dari jarak jauh melalui database dan aplikasi pada smartphone, serta terdapat kontrol mode kerja pada aplikasi HEROIG untuk mengatur keluaran debit air sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Spesifikasi pada sistem HEROIG dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hardware dan software. Spesifikasi hardware pada sistem ini terdiri atas adapter 12 V, sensor jarak sebagai pendeteksi halangan, sensor waterflow, sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID) berupa aktuator motor servo, dan interface berupa Liquid Crystal Display (LCD) 16 x 2. Sedangkan spesifikasi software terdiri atas tampilan login user, tampilan dashboard, tampilan menu untuk melakukan kendali jarak jauh, serta setting up keluaran debit air. Lebih lanjut, terdapat beberapa kendala dalam pembuatan sistem HEROIG ini, seperti bagian sistem komunikasi ketika menyatukan dua perangkat yang dikembangkan oleh masing-masing anggota tim dan menentukan transfer function dari sistem PID.

“Saran dari saya, dalam pengerjaan TA ini sebaiknya menggunakan dua atau tiga referensi saja sebagai rujukan utama, selain rujukan pendukung untuk justifikasi dan komparasi. Kalau sudah stuck, silahkan cari referensi yang lain. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir rasa bingung ketika pengerjaan .” ucap Shovy yang mengakhiri sesi wawancara.

Ditulis oleh Natasya Salsabiila, Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Angkatan 2019.

Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE., Assistant Professor, Program Studi Teknik Elektro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *