Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ITERA Kembangkan Alat Pendeteksi Kantuk pada Kendaraan Berat

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ITERA Kembangkan Alat Pendeteksi Kantuk pada Kendaraan Berat

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) kembangkan alat pendeteksi kantuk pada kendaraan berat berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam rangka penelitian Tugas Akhir. Tiga mahasiswa tersebut antara lain David Styawan, Dodi Josua Siregar, dan Lutfi Arazi; dengan Swadexi Istiqphara, S.T., M.T dan Uri Arta Ramadhani, S.T., M.Sc selaku dosen pembimbing. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi pengemudi yang sedang mengantuk, kemudian memberikan peringatan suara kepada pengemudi dan notifikasi ke Mandor. Alat yang dapat menyimpan data citra pengemudi ke database ini diberi nama Detection for Heavy Vehicle Using Artificial Intelligence (AI) and Internet of Things (IoT) Technology (DETV). Sistem ini akan bekerja secara maksimal apabila memenuhi beberapa kondisi, seperti pencahayaan yang cukup, jarak pengemudi tidak terlalu jauh dengan kamera, serta mata dan mulut pengemudi yang tidak terhalang sesuatu.

“Mengacu pada data Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah, kecelakaan kerja mengalami kenaikan kasus setiap tahunnya dan mencapai 114.148 kasus pada tahun 2018. Salah satu penyebab dari kecelakaan kerja adalah kesalahan manusia, berupa pengemudi yang mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Sehingga, adanya alat ini merupakan suatu upaya untuk menekan laju kenaikan kasus kecelakaan kerja tersebut.” ucap Lutfi, salah satu mahasiswa pencipta alat, ketika diwawancarai secara daring via Google Meet pada Jumat, 28 Mei 2021, pukul 13.00 WIB. Lebih lanjut, ia juga memaparkan spesifikasi dan fitur dari DETV.

Spesifikasi dan Fitur

Spesifikasi keseluruhan dari sistem ini terdiri atas dua bagian, yaitu hardware dan software. Pada bagian hardware, DETV menggunakan tegangan input 12 V Direct Current (DC) dan arus input 2 A; serta dibungkus dengan box packaging berdimensi 18.5cm x 11.5cm x 5.5cm. Isi paket pada alat ini terdiri atas Raspberry pi 4 Model B, modul Uninterruptible Power Supply (UPS), modul LM2596, modem Wireless Fidelity (WiFi) 2.4 GHz, sirine, kamera 1080p, relay 5V DC dan relay 12V DC. Adapun bagian software dari sistem ini berupa website DETV yang memiliki beberapa fitur antara lain fitur login, fitur dashboard, fitur data tabel, fitur data grafik, fitur data kendaraan, dan fitur about; serta aplikasi andorid DETV yang masih dalam tahap pengembangan.

Fitur dasar dari alat ini antara lain memberikan suara sirine kepada pengemudi kendaraan ketika terdeteksi mengantuk, memberikan notifikasi ke Mandor ketika terdapat pengemudi kendaraan berat yang terindikasi mengantuk, dan pemrosesan citra pengemudi oleh Raspberry pi 4 Model B yang kemudian dikirim ke database. Sedangkan fitur tambahan dari alat ini antara lain sistem DETV yang didesain fleksibel sehingga tidak mengganggu penglihatan pengemudi dan mudah diimplementasikan pada kendaraan berat tanpa perlu mengubah sistem kendaraan tersebut; Mandor yang dapat melihat data citra deteksi berupa tabel dan grafik pada website DETV; serta indikator baterai. Karakteristik dari sistem ini antara lain harus selalu terkoneksi dengan internet, dapat beroperasi pada intensitas cahaya minimal 20 Lux, dan jarak deteksi maksimal 90 cm. Adapun kendala dari pengembangan alat ini antara lain pengerjaan yang dilakukan secara autodidak karena materi perkuliahan hanya menjelaskan dasar pengambilan citra, tidak dengan implementasinya; serta pemilihan spesifikasi alat sehingga pembuatan algoritma memakan waktu yang lama.

Selain untuk memenuhi Tugas Akhir, DETV turut lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yang berada dibawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Republik Indonesia, bersama dengan 6 tim lainnya yang berasal dari ITERA. Adapun tim PKM DETV ini bertambah dua orang, yaitu Muhammad Ihsanuddin dan Rizki Putri Handayani Hasibuan. Kegiatan PKM ini mulai dilaksanakan pada 1 Juni 2021 dan akan terdapat pembaruan-pembaruan lainnya pada sistem DETV. “Semakin kita merasa peluang gagalnya besar, maka sebetulnya, ada kesuksesan yang semakin besar pula dibaliknya.” ucap Lutfi mengakhiri sesi wawancara. Video demonstrasi DETV dapat diakses pada link berikut :

Ditulis oleh Natasya Salsabiila, Mahasiswi Program Studi Teknik Elektro Angkatan 2019.
Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE., Assistant Professor, Electrical Engineering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *