Bekerja Sama dengan Teknik Fisika ITERA, Universitas Riau dan UTHM Malaysia, Dosen Teknik Elektro ITERA Kembangkan Sensor Pendeteksi Pestisida Berbasis Nanomaterial

Bekerja Sama dengan Teknik Fisika ITERA, Universitas Riau dan UTHM Malaysia, Dosen Teknik Elektro ITERA Kembangkan Sensor Pendeteksi Pestisida Berbasis Nanomaterial

Suratun Nafisah, S.Si., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu dari dua dosen Program Studi Teknik Elektro yang menerima hibah penelitian percepatan Guru Besar di bawah 45 tahun (GBU45) dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Dalam wawancara yang dilakukan secara daring melalui Google Meet pada Minggu (25/04/21), pukul 13.00 WIB, beliau memberikan informasi mengenai penelitian GBU45 yang sedang dijalankannya.

Program GBU45 merupakan program yang digagas oleh ITERA dalam rangka mendorong percepatan Guru Besar di ITERA. Salah satu programnya berupa hibah dana penelitian yang diberikan kepada dosen-dosen ITERA dan memenuhi kualifikasi tertentu. Hibah penelitian GBU45 selain bertujuan untuk meningkatkan jumlah riset dan publikasi ilmiah para dosen ITERA, juga diharapkan menjadi seed-funding para dosen ITERA untuk memperoleh dana penelitian dari luar.

Dr. Suratun menjelaskan bahwa proposal hibah penelitian GBU45 yang diajukan tahun ini berkaitan dengan rancang bangun sistem sensor dengan memanfaatkan material logam dan logam oksida berukuran nano atau disebut nanomaterial. Beliau juga menuturkan bahwa material-material yang berukuran nano memiliki sifat yang unik dan berbeda dengan ukurannya dalam keadaan bulk. Sifat-sifat unik dari nanomaterial tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk diaplikasikan pada berbagai bidang, termasuk untuk piranti elektronik seperti sensor dan sel surya.

“Penelitian yang saya jalankan ini merupakan lanjutan dari penelitian-penelitian saya sebelumnya. Saya telah memulai penelitian berkaitan dengan nanomaterial dan nanoteknologi sejak saya masih menjadi mahasiswa tingkat akhir pada program S-1, dan kemudian saya lanjutkan ketika menempuh pendidikan S-2 dan S-3. Tentunya saya berharap penelitian di bidang mikro dan nanoelektronik ini bisa terus saya kembangkan di ITERA. Karena itu, saya juga sangat berterimakasih kepada ITERA yang telah memfasilitasi dosen-dosennya untuk aktif melaksanakan penelitian dengan memberikan dana penelitan yang jumlahnya cukup besar.” jelas dosen yang telah menyelesaikan pendidikan Program Magister di Universiti Kebangsaan Malaysia, 2015, dan Program Doktor di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, 2020. “Mengingat sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah bertani, maka saya memanfaatkan nanomaterial sebagai bahan pendeteksi pestisida dalam bidang pertanian. Mekanisme kerja dari sistem ini adalah dengan memanfaatkan sifat localized surface plasmon resonance (LSPR) pada nanomaterial. LSPR merupakan sifat resonansi plasmon pada permukaan yang terlokalisasi dan sifatnya sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Jika terdapat pestisida pada lingkungan, maka spektrum LSPR nanomaterial akan berubah dan perubahan inilah yang dijadikan sebagai indikator pada sistem sensor. Lebih lanjut, kedepannya saya juga ingin mengembangkan produk ini ke dalam bentuk portable dan terkoneksi dengan Internet of Things (IoT),” imbuhnya lagi.

Suratun menjelaskan bahwa pada penelitian ini, beliau dan timnya dibimbing oleh Profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sekaligus sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik ITERA, yaitu Prof. Dr.-Ing. Ir. Mitra Djamal, S.Si., IPU. “Pada awal pengajuan proposal, saya sengaja meminta Prof. Mitra sebagai advisor karena melihat rekam jejak kepakaran dan riset Prof. Mitra yang sangat berkaitan dengan penelitian ini. Selain bimbingan, saya juga berharap dapat belajar banyak dan menyerap ilmu dari beliau, terutama dalam bidang riset yang sedang dijalankan,” ungkap wanita kelahiran Riau, 32 tahun silam. Dr. Suratun juga menambahkan bahwa dalam penelitian ini, beliau mengikutsertakan tiga dosen lain dari Program Studi Teknik Elektro ITERA sebagai anggota penelitian. Ketiga dosen tersebut antara lain Purwono Prasetyawan, S.T., M.T., Uri Arta Ramadhani, S.T., M.Sc., dan Afit Miranto, S.T., M.T. Selain itu, beliau juga melibatkan beberapa mahasiswa tingkat akhir dalam tim penelitiannya. Adapun dalam penelitian tersebut, beliau bekerjasama dengan dosen Teknik Fisika ITERA yaitu Dr. Eng., Lukman Nulhakim, S.Si., M.T. dan juga dosen dari Universitas Riau, Prof. Dr. Iwantono, M.Phil, serta dosen dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (Marlia Morsin, Ph.D). Pendanaan pada program ini berjumlah maksimal Rp. 100.000.000,- yang dicairkan dalam tiga termin, yakni termin 1 sebesar 25% yang dilakukan pada bulan April 2021, termin 2 sebesar 50%  yang akan dilakukan pada Agustus 2021, serta termin 3 sebesar 25% yang akan dilaksanakan pada akhir 2021.

Di akhir sesi wawancara, Dr. Suratun menjelaskan bahwa cakupan dalam keilmuan Teknik Elektro tidak hanya berukuran besar dan kasat mata, tetapi juga nanomaterial yang dapat diimplementasikan pada piranti elektronik. Ia juga berpesan agar para mahasiswa ITERA, terkhususnya mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi karir di masa depan. “Waktu menjadi mahasiswa tidak banyak, jadi manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk explore hal-hal yang positif,” ucapnya.

Ditulis oleh Natasya Salsabiila,
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro ITERA angkatan 2019.

Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D., SMIEEE.
Assistant Professor, Koordinator Tim Website, Program Studi Teknik Elektro ITERA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *