Teknik elektro, ITERA, EL ITERA
Jonathan Rimbun, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro (EL) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), angkatan 2019, melaksanakan Kerja Praktik (KP) di Gardu Induk (GI) Selayang Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Medan. Berlokasi di Jl Besar Tanjung Anom, Durian Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dari 27 Juni hingga 05 Agustus 2022 dengan dosen pembimbing Bapak Gde KM Atmajaya, S.T., M.T.
Selama melaksanakan KP di GI Selayang, terdapat banyak kegiatan yang dilakukan oleh Jonathan, seperti Condition Batch Maintenance (CBM) level I yang dilakukan per-hari terdiri dari pengisian Sistem Informasi Gardu Induk Terpadu (SIGIT) dan Enterprise Asset Management (EAM). Kedua kegiatan tersebut sama-sama membahas terkait peralatan di Gardu Induk Selayang. Hanya saja, EAM dipantau oleh pusat dan SIGIT khusus hanya untuk UPT Medan.
Selain CBM level I, terdapat juga CBM level II yang dilakukan per pekan seperti pengecekan Direct Current (DC) ground, pemeliharaan Marshalling Kiosk (MK) dan thermofisi. Adapun, pemeliharaan MK adalah kegiatan pengecekan kabel dan pembersihan kotoran-kotoran seperti debu dan lainnya. Sedangkan thermofisi adalah pengecekan anomali terhadap peralatan yang sedang bekerja atau dalam kondisi ON (hidup atau beroperasi). Selain tiga kegiatan tersebut, pada CBM level II juga dilakukan pemeliharaan baterai, “jadi kita ngukur baterai untuk tegangan di terminalnya, terus pengisian air baterai dan pembersihan rak serta ruangan baterai tersebut,” ujar Jonathan. Pada saat melaksanakan KP, CBM level III juga dilakukan sebagai pertimbangan bahwa alat atau peralatan tersebut masih dapat digunakan hingga 1 atau 2 tahun ke depan yang biasanya disebut sebagai pemeliharaan 2 tahunan.
Banyak pengetahuan yang didapatkan selama KP tersebut, seperti pengenalan alat atau peralatan secara langsung. Selanjutnya, kita lebih banyak mengetahui tentang pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama di lapangan. “Jadi K3 itu tidak bisa disepelekan karena kita berhubungan dengan tegangan tinggi,” ujar Jonathan. Itu sebabnya, para mahasiswa sebaiknya mengambil sertifikasi K3 agar memperbesar peluang untuk bekerja nanti ke depan di berbagai proyek di lapangan.
Jonathan juga berbagi tips dalam pengerjaan laporan KP, “Biasanya seminggu pertama kita wajib pengenalan lingkungan. Nah minggu kedua kita mencoba untuk menggali permasalahan yang bisa diangkat menjadi judul laporan terus diminggu ketiga kita udah bisa nyicil laporan dari Bab I hingga Bab III dan minggu-minggu selanjutnya menyesuaikan saja. Intinya jangan sampai terlena.” Tentu saja perlu diperhatikan kaidah ilmiah dalam penulisan laporan, bebas plagiasi, serta kesalah typo. Semua gambar yang copy paste harus diizinkan oleh pemilik gambar dan disitasi.
Dalam dunia kerja maupun ketika perkuliahan, komunikasi yang profesional sangat diperlukan untuk kelancaran semua aktifitas. “Komunikasi dengan dosen pembimbing juga sangat penting dan perlu juga diperhatikan bagaimana etika dalam menghubungi dosen,” tambah Jonathan. Untuk teman-teman yang ingin melaksanakan KP, “Disaat tidak ada kerjaan, jangan sampai kita terlihat sedang berleha-leha. Kalau misalnya kita dikasih waktu untuk santai, disaat itulah kita harus bertanya-tanya tentang apa yang kita tidak tahu tetapi tidak mengganggu operator atau staf yang sedang bekerja,” pesan Jonathan.
Penulis oleh Femina Mahasiswi Prodi EL ITERA 2019
Editor oleh Muhammad Reza Kahar Aziz