Teknik elektro, ITERA, EL ITERA
Paper salah satu Dosen Program Studi Teknik (Prodi) Teknik Elektro (EL) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Dr. Suratun Nafisah, S.Si, M.Sc. berhasil diterima di IEEE Sensors Journal yang dipublikasikan pada Sabtu, 1 Oktober 2022. Adapun tempat publikasi ini terindeks Scopus Q1 serta memiliki impact factor (IF) 4.325. Dr. Suratun mengambil judul "Gold Nanobipyramids as LPSR Sensing Materials for Glyphosate Detection: Surface Density and Aspect Ratio Effect". Penelitian yang menghasilkan paper ini merupakani hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Malaysia, dan Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia.
Dr. Suratun menyebutkan bahwa paper ini merupakan lanjutan dari publikasinya terdahulu di jurnal yang sama pada tahun 2020, yaitu tentang penggunaan nanomaterial Aurum (Au) atau emas sebagai material sensor untuk deteksi glyphosate yang merupakan pestisida yang biasa digunakan dalam bidang pertanian. Namun, di paper ini ia lebih menekankan pada pengaruh densitas permukaan dan aspek rasio nanomaterial Au pada performa sensor. Temuan ini berguna untuk meningkatkan kinerja sensor berbasis localized surface plasmon resonance (LSPR) melalui kondisi proses yang mampu mengontrol morfologi (kerapatan permukaan dan aspek ratio) gold nanobipyramids (GNBPS) untuk meningkatkan sensitivitas sensor. Kemudian, Dr. Suratun juga berharap bahwa dengan paper ini, ia dapat menyumbang pengetahuan baru dalam dunia ilmiah di bidang yang berkaitan, seperti riset dibidang sensor, nanoparticles, plasmonic materials, dsb. Serta harapan Dr. Suratun agar paper tersebut dapat disitasi oleh peneliti-peneliti dari dalam maupun luar negeri.
Sebelumnya, paper yang dibuat oleh Dr. Suratun pernah ditolak oleh editor pada IEEE Sensors Journal karena terdapat kesalahan grammar. “Sebenarnya draft manuskrip paper ini pernah ditolak (reject) oleh jurnal yang sama. Alasannya karena pada paper kami terdapat beberapa kesalahan grammar. Setelah ditolak, kami coba perbaiki kembali, serta minta tolong di-proofread juga oleh orang yang bagus bahasa inggrisnya (yaitu Dr. Rahmat Sanudin). Setelah itu, kami coba submit kembali di IEEE Sensors Journal dan alhamdulillah diterima setelah melalui proses review,” ujarnya. Oleh karena, itu Dr. Suratun menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Inggris dalam menulis juga harus baik sekali agar tembus jurnal papan atas dunia. Selain itu, data harus komplit dan dipresentasikan dengan baik. Kemudian, diskusinya di dalam paper haruslah saintifik. Serta, yang paling penting yaitu harus adanya novelty atau kebaharuan.
Sebagai informasi paper dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/abstract/document/9866001
Penulis Ahmad Akbari, Mahasiswa Teknik Elektro 2022
Editor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.