Teknik elektro, ITERA, EL ITERA

Selamat datang di Electrical Engineering Institut Teknologi Sumatera

  • (0721) 8030188
  • el@itera.ac.id

MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO ITERA MELAKSANAKAN KERJA PRAKTIK DI PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG

Beberapa mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro (EL) Institut Teknologi Sumatera (ITERA), antara lain Bagas Yuda Ananda, I Gusti Made Dharma Danan Jaya, dan Wahyu Bagus Subiyanto, telah melaksanakan Kerja Praktik di Departemen Listrik, bagian Listrik I, Pengantongan dan Penyimpanan Urea (PPU) 2, Pabrik II-B, PT Pupuk Sriwidjaja (PUSRI), Palembang. Mereka semua dibimbing oleh ibu Nia Saputri Utami, S.T., M.T., selama melakukan Kerja Praktik tersebut dengan durasi 30 hari kerja.

Gusti menjelaskan bahwa di PT PUSRI tersebut terdapat keunikan tersendiri yaitu mereka memiliki lembaga Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) yang mengurusi tentang Kerja Praktik, Penelitian, dan sebagainya. Di lembaga ini, mereka diberikan pengenalan lebih intens terkait PUSRI serta pendidikan kilat sebelum melakukan kegiatan rutin di Departemen Listrik. Hal ini dilakukan agar peserta yang akan melakukan Kerja Praktik ataupun Penelitian agar lebih mengetahui informasi apa saja yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan peserta.

Bagus menjelaskan basis yang diperlukan dalam kegiatan di Departemen Listrik tersebut adalah programmable logic controler (PLC) yang semester genap lalu sebagian besar mahasiswa Prodi EL ITERA minimal angkatan 2019 telah mempelajari dasar pembelajarannya. Namun Bagus mengatakan bahwa di Departemen Listrik ini, penerapan PLC dilakukan lebih mendalam lagi. Maka dari itu, banyak hal baru yang sebelumnya belum dipelajari lebih lanjut di perkuliahan, seperti salah satunya ada pemakaian variable speed drive (VSD) dalam mengendalikan kecepatan motor.

Selama Kerja Praktik ini, mereka melakukan kegiatan preventive maintenance serta troubleshooting maintenance. Untuk lebih lanjut lagi, preventive maintenance yaitu kegiatan yang melakukan pemeliharaaan untuk mencegah terjadinya kerusakan. Maka, dilakukanlah pembersihan motor terhadap tumpukan urea yang berpotensi menjadikan motor dalam kondisi overload, serta pembersihan dengan air agar motor terhindar dari kondisi overheat. Ternyata kegiatan ini rutin dilakukan setiap hari Jumat. Sementara itu, troubleshooting maintenance adalah suatu kegiatan yang melakukan pengecekan dan perbaikan ketika timbulnya kerusakan pada suatu alat di lokasi pabrik.

Gusti dan yang lainnya memberitahukan bahwa sangat penting dalam mempelajari basis-basis keilmuan yang diperlukan di tempat Kerja Praktik. Hal ini agar peserta Kerja Praktik memiliki modal dalam menjalankan kegiatan di tempat tersebut. Selain itu juga, kita perlu memahami bidang apa yang akan dipraktikan pada kegiatan Kerja Praktik ini. Tentu saja perusahaan atau instansi akan menempatkan peserta tergantung dari proposal yang diberikan.

Selama melakukan Kerja Praktik di Departemen Listrik Pabrik II-B PUSRI, Gusti dan kawan-kawan sangat merasa terbantu oleh kehadiran Bapak Agung Santoso sebagai pembimbing di lapangan. Mereka berpendapat bahwa pembimbing lapangan sangat baik dalam memberikan arahan, baik itu persoalan di lapangan maupun persoalan lain seputar penyusunan laporan kerja praktik. Gusti mengatakan bahwa diantara mereka dengan karyawan atau pembimbing di lapangan sudah terkesan seperti teman sehingga tidak ada kecanggungan dalam melakukan konsultasi terhadap berbagai permasalahan di lapangan.

Gusti berpendapat bahwa sangat menyenangkan dalam melakukan Kerja Praktik di PUSRI sehingga kita bisa mengerti hal-hal baru yang belum dipelajari mendalam di perkuliahan seperti wiring diagram dan sebagainya. Gusti mengatakan, “Sebenarnya agak menyesal karena awalnya mengajukan di proposal Kerja Praktik ini hanya 30 hari kerja, karena sebermanfaat itu kegiatan Kerja Praktik ini, kepinginnya lebih dari itu, 50 hari kerja misalkan,"

Selain itu juga, pesan yang disampaikan Gusti sebagai peserta Kerja Praktik yaitu agar kita harus aktif dalam bertanya dan mencari apa yang kita butuhkan. Hal ini karena pembimbing di lapangan tidak akan memberikan ilmu yang kita butuhkan jika peserta hanya pasif dan tidak bertanya. Dalam hal ini, Gusti menjelaskan bahwa jika peserta tidak aktif bertanya maka pembimbing di lapangan akan menyimpulkan bahwa peserta sudah paham sebelumnya. Bagas menambahkan, “Saat menjalani kegiatan Kerja Praktik hendaknya menguasai basis-basis keilmuan yang akan diperlukan saat Kerja Praktik."

Penulis Dafari Al Fathri, Mahasiswa Prodi EL ITERA 2019
Editor Muhammad Reza Kahar Aziz, S.T., M.T., Ph.D.

MAHASISWA PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO ITERA MELAKSANAKAN KERJA PRAKTIK DI PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG