Teknik elektro, ITERA, EL ITERA

Selamat datang di Electrical Engineering Institut Teknologi Sumatera

  • (0721) 8030188
  • el@itera.ac.id

Dosen Teknik Elektro ITERA Publikasi Jurnal Q1 tentang Kebutuhan Listrik di Pulau Sebesi Tetangga Pulau/Gunung Krakatau | ITERA Electrical Engineering Lecturer Publishes Q1 Journal on Electricity Needs in Sebesi Island Neighboring Island/Mount Krakatoa

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dengan bangga mengumumkan publikasi penelitian dari tim dosen yang melibatkan kolaborasi lintas institusi di jurnal internasional Smart Science Q1 edisi Volume 12, 2024 - Issue 2. Penelitian berjudul "Optimal Planning of Solar Energy Using a Sensitivity Factor for Rural Electricity Needs in an Off-Grid System (Case Study: Sebesi Island, South Lampung, Indonesia)" ini dilakukan oleh Dr. Sabhan Kanata, Dosen Luar Biasa ITERA juga merupakan Dosen serta Wakil Dekan Universitas Muhammadiyah Semarang, bersama dengan Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T., Ali Muhtar, S.Pd., M.Eng., dan Gde KM Atmajaya, S.T., M.T., para Dosen dari Program Studi Teknik Elektro ITERA, serta Amrina Mustaqim.

Penelitian ini mengkaji potensi pemanfaatan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, yang hingga kini masih bergantung pada generator diesel (DG). Kendala utama seperti jarak yang jauh dari jaringan listrik utama dan biaya tinggi pengiriman bahan bakar melalui transportasi laut mendorong tim peneliti untuk melakukan studi kelayakan terhadap pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Dengan menggunakan software HOMER, penelitian ini mengintegrasikan faktor sensitivitas untuk mengatasi ketidakpastian sumber daya, termasuk cadangan operasional puncak, cadangan energi surya, serta usia baterai. Hasil penelitian menunjukkan skenario optimal yang lebih ekonomis dalam pemenuhan energi listrik harian sebesar 505,1 kWh dengan biaya net minimum sebesar $1,26 juta dan biaya energi $0,346/kWh. Hal ini lebih efisien dibandingkan dengan sistem DG yang memiliki biaya net sebesar $1,29 juta dan biaya energi $0,397/kWh.

Selain itu, sistem PLTS yang diusulkan menghasilkan energi tahunan sebesar 583.316 kWh, jauh lebih besar daripada DG yang hanya mampu menghasilkan 268.469 kWh/tahun. Penerapan sistem ini juga mampu mengurangi emisi CO2 hingga 241.812 kg per tahun, memberikan solusi berkelanjutan bagi kebutuhan energi di pulau-pulau terpencil.

Penelitian ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan solusi energi terbarukan yang dapat mendukung pengembangan pulau-pulau kecil di Indonesia secara berkelanjutan dan ekonomis.

Untuk membaca artikel paper ilmiah ini silahkan kunjungi https://lnkd.in/gVyPwAru

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Prodi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Email: el@itera.ac.id

 

The Institut Teknologi Sumatera (ITERA) is proud to announce the publication of research conducted by a team of lecturers involving cross-institutional collaboration in the Q1 international journal Smart Science, Volume 12, 2024 - Issue 2. The research, titled "Optimal Planning of Solar Energy Using a Sensitivity Factor for Rural Electricity Needs in an Off-Grid System (Case Study: Sebesi Island, South Lampung, Indonesia)" was conducted by Dr. Sabhan Kanata, a Visiting Lecturer at ITERA and also a Lecturer and Deputy Dean of Universitas Muhammadiyah Semarang, along with Syamsyarief Baqaruzi, S.T., M.T., Ali Muhtar, S.Pd., M.Eng., and Gde KM Atmajaya, S.T., M.T., lecturers from the Electrical Engineering Study Program at ITERA, and Amrina Mustaqim.

This research examines the potential of utilizing solar energy to meet the electricity needs of Sebesi Island, South Lampung, neighboring island/mount Krakatoa which currently relies on diesel generators. The main challenges, such as the long distance from the main electricity grid and the high cost of shipping fuel by sea, have prompted the research team to conduct a feasibility study on solar power plants (PLTS) as a more economical and environmentally friendly alternative.

Using HOMER software, this research integrates a sensitivity factor to address resource uncertainties, including peak operational reserves, solar energy reserves, and battery life. The results show an optimal scenario that is more economical in meeting daily electricity needs of 505.1 kWh with a minimum net cost of $1.26 million and an energy cost of $0.346/kWh. This is more efficient compared to the DG system which has a net cost of $1.29 million and an energy cost of $0.397/kWh.

In addition, the proposed solar power system generates 583,316 kWh of annual energy, significantly higher than the DG which can only produce 268,469 kWh/year. The implementation of this system can also reduce CO2 emissions by up to 241,812 kg per year, providing a sustainable solution for energy needs in remote islands.

This research is a significant step in developing renewable energy solutions that can support the sustainable and economic development of small islands in Indonesia.

To read the full scientific paper, please visit https://lnkd.in/gVyPwAru

For more information, please contact: Electrical Engineering Study Program, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Email: el@itera.ac.id

Dosen Teknik Elektro ITERA Publikasi Jurnal Q1 tentang Kebutuhan Listrik di Pulau Sebesi Tetangga Pulau/Gunung Krakatau | ITERA Electrical Engineering Lecturer Publishes Q1 Journal on Electricity Needs in Sebesi Island Neighboring Island/Mount Krakatoa